Wamenag Berharap IAIN Ternate Jadi Katalisator Pemahaman Moderat Masyarakat

Ternate, Obsessionnews.com - Keberadaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate di ujung timur Indonesia diharapkan menjadi katalisator sekaligus dinamisator yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi saat memberikan sambutan pada Wisuda VIII IAIN Ternate, Maluku Utara, di kampus setempat, Sabtu (12/12/2020).
Baca juga:
Wamenag Tegaskan Moderasi Beragama Upaya Hadirkan Jalan Tengah Pahami Agama
Wamenag Ungkapkan Nilai Universal Kearifan Lokal Dapat Perkuat Moderasi Beragama
Wamenag Sebut KUA Institusi Penting Perkuat Moderasi Beragama
“Peran ini penting, demi merawat keharmonisan masyarakat, dan relasi harmonis antara agama dan negara dalam konteks keindonesiaan,” kata Wamenag.
[caption id="attachment_331380" align="alignnone" width="416"]
Suasana Wisuda VIII IAIN Ternate. (Foto: ist/ kemenag.go.id)[/caption] Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Minggu (13/12), dalam kesempatan itu Zainut menuturkan, Indonesia adalah negeri yang sangat agamis. Karakter masyarakatnya dikenal santun, toleran, dan mampu berdialog dengan keragaman. Ekstrimisme akan merusak sendi-sendi keindonesiaan ini, jika dibiarkan tumbuh berkembang.
Halaman selanjutnya“Karenanya moderasi beragama amat penting dijadikan cara pandang bagi semua,” katanya.
Zainut menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) saat ini mengusung penguatan moderasi beragama untuk merespons perkembangan zaman yang ada. Dalam Islam istilah ini dikenal sebagai wasathiyah, sebagai jalan tengah di antara esktrem tekstualis yang ultrakonservatif, dan ekstrem liberal yang tercerabut dari teks-teks agama.
“Istilah wasathiyah diyakini dapat menjadi solusi terhadap sekian permasalahan yang ada. Islam wasathiyah hanya dapat berjalan jika prinsip adil dan seimbang diutamakan, serta setiap pemeluk agama memiliki pengetahuan keagamaan yang komprehensif,” paparnya.
Zainut menerangkan, pemerintah akan selalu mendukung setiap pihak yang turut menyukseskan hadirnya nilai-nilai yang dituju dari konsep moderasi beragama.
Kaitannya dengan ini, kata Zainut, eksistensi perguruan tinggi keagamaan Islam menjadi sangat penting untuk mengembangkan pemahaman keagamaan yang adil dan seimbang di tengah masyarakat.
“Pemahaman keagamaan yang adil dan seimbang seharusnya lebih mudah hadir pada meraka yang pernah berada dalam atmosfir lingkungan akademis, yang mengutamakan dialog inklusif dan terukur dalam menghadapi perbedaan,” ucapnya.
Halaman selanjutnyaMenurut dia, nilai moderasi beragama termanifestasi dalam komitmen kebangsaan, toleran, beragama tanpa kekerasan, dan menghormati kearifan lokal.
“Kesadaran untuk menghormati budaya lokal ini telah tercantum juga dalam visi IAIN Ternate, yaitu mewujudkan IAIN Ternate menjadi PTKI berbasis riset dan pengembangan masyarakat Islam kepaluauan,” pungkasnya.
Wisuda VIII IAIN Ternate ini berjalan dengan protokol kesehatan dan dihadiri oleh civitas akademika IAIN Ternater, Forkopimda, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara. (arh)





























