Selasa, 28 Maret 23

Volume Perdagangan RI-Malaysia Ditargetkan Capai 30 Miliar USD

Volume Perdagangan RI-Malaysia Ditargetkan Capai 30 Miliar USD

Kuala Lumpur, Obsessionnews – Presiden Jokowi dalam lawatannya ke Malaysia ingin memperkuat kerjasama dalam bidang perdagangan dan investasi, tidak sekedar menjalin persahabatan diantara dua negara serumpun.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan volume perdagangan dengan Malaysia pada tahun ini ditargetkan mencapai 30 miliar USD, dari sebelumnya yang hanya mencapai 24 miliar USD.

‎”Kalau kita bicara Malaysia merupakan mitra penting kita di ASEAN maupun dalam perdagangan juga tinggi dan invetasi tinggi juga‎,” ujar Retno saat mendampingi Presiden Jokowi menghadiri acara jamuan makan malam bersama di Istana Negara, Kuala Lumpur, Kamis (5/2/2015) malam.

Sebagai ketua ASEAN, Malaysia dianggap memiliki peran penting di kawasan, sehingga Indonesia akan mendorong supaya kerjasama kedua negara ini akan terus terjalin. Apalagi ‎Malaysia merupakan wisatawan terbesar ke dua setelah Singapura yang masuk ke Indonesia.

“Jadi upaya untuk meningkatkan pariwisata lebih dari 1 juta setiap tahun wisatawan Malaysia datang ke Indonesia,” katanya‎.

Di hari pertama kunjungan kenegaraan ke Malaysia, Presiden Jokowi diundang santap malam bersama dengan pemimpin kerajaan konstitusional Malaysia Abdul Halim Mu’adzam Shah dan Permaisuri Haminah Hamidun, di Istana Negara, Kuala Lumpur.

Sedangkan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak dijadwalkan berlangsung Jumat besok. Agenda pertemuan ini membicarakan berbagai hal termasuk masalah ketenagakerjaan. Indonesia merupakan negara terbesar penyalur tenaga kerja khususnya buruh migran ke negeri Jiran ini.

Sebelum bertolak ke Brunei Darusalam, Jokowi akan ‎mengunjungi perusahaan otomobil nasional Malaysia, Petronas serta bertemu masyarakat Indonesia di KBRI Kuala Lumpur.

Para Menteri yang ikut mendampingi presiden yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel serta Kepala BIN Marciano Norman dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (Has)

Related posts