Kamis, 2 Desember 21

Unsoed Kenalkan Batik Banyumas di Australia

Unsoed Kenalkan Batik Banyumas di Australia
* Rahab di Australia

Purwokerto, Obsessionnews – Pada 13 – 14 April 2015, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah, Rahab SE MSc, mengenalkan Batik Banyumas di Australia.

Rahab di Australia mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk makalah dengan judul: Value Chain Up Grading to Support Competitiveness of Batik Banyumas Industry di acara AustralAsian Conference on Business and Social Sciences (ACBSS) 2015 yang dilaksanakan di Central Quensland University, Kampus Sydney.

Kegiatan konferensi ini dilaksanakan atas kerjasama antara Australian academy of Business and Social Sciences, New South Wales University, Central Quensland University, Tennesse State University, dan Yunus Center.

Konferensi tersebut membahas berbagai topik yang berkaitan dengan isu bisnis dan isu sosial antara lain kewirausahaan, manajemen pemasaran, pengembangan UKM, dan pembangunan daerah. Berbagai akademisi dan praktisi dari berbagai negara ikut berpartisipasi untuk membagi temuan temuan risetnya pada forum tersebut.

Beberapa pakar dan profesor dari beberapa negara ikut berkontribusi sebagai pembicara kunci dalam acara tersebut. Dalam makalahnya, Rahab menguraikan bahwa salah satu subsektor industri kreatif yang paling menonjol dan telah ditetapkan sebagai produk unggulan Kabupaten Banyumas adalah industri batik.

“Upaya mendorong daya saing industri batik di Kabupaten Banyumas agar memberikan nilai tambah baik secara ekonomi maupun sosial diperlukan perbaikan pada setiap tahapan rantai nilai di industri tersebut,” jelas Rahab kepada Obsessionnews, Senin (20/4/2015).

Menurut Rahab, perbaikan rantai nilai industri batik memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan meliputi: pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri batik, perbankan, dan LSM. “Perbaikan rantai nilai merupakan upaya perbaikan secara terus menerus dan terintegrasi guna menjamin tercapainya nilai tambah pada setiap tahapan proses bisnis,” jelas lulusan Magister FEB UGM ini.

Rahab di Australia
Rahab di Australia

Berikut Cara Rahab mengenalkan Batik Banyumas:

1. Batik banyumas merupakan salah satu komoditas unggulan yang sedang dipromosikan dan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sejak tahun 2013,Rahab,SE.MSc. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed telah memperkenalkan mengenai Batik Banyumas dengan mempublikasikan pada jurnal internasional (International Journal of Business and Management; Vol. 8, No. 16; 2013) dengan judul artikel: Local Economic Development Strategy Based On Local Industrial Core Competence.

2. Pada tahun 2014, Rahab mengenalkan Batik Banyumas pada Global Art and Science Society Multidiciplinary Conference dari tanggal 25 sampai dengan 26 Oktober 2014 di Gedung Guanghua School of Management Building, Peking University, Beijing, Tiongkok (China).

Kegiatan konferensi tersebut dilaksanakan oleh Shenzhen Graduate School, Peking University, Tiongkok (China) . Tujuan konferensi tersebut adalah menyediakan forum/media untuk saling berbagi ilmu dan temuan riset dari berbagai multi disiplin dari berbagai negara.

Kegiatan konferensi diikuti oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara dan dari berbagai disiplin ilmu. Pada konferensi tersebut, Rahab (mewakili tim peneliti Unsoed yang terdiri atas Rahab; Dr. Nurul Anwar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, dan Dr. Rawuh Edy Priyono dosen FISIP Unsoed) menyampaikan makalahnya dengan judul: Sustainable development for Banyumas Batik as culture based creative industries: a triple helix approach.

Adapun intisari dari makalah pada konferensi tersebut adalah bahwa pengembangan industri Batik Banyumas sebagai salah satu industri unggulan Kabupaten Banyumas harus melibatkan 3 (tiga) aktor utama (triple helix actors) meliputi: pelaku industri batik, universitas, dan pemerintah. Ketiga aktor dengan kompetensi dan peran yang dimiliki dapat saling berkontribusi dan bekerjasama untuk mengembangkan komoditas dan potensi lokal di Kabupaten Banyumas.

Kerjasama dan sinergi antara ketiga aktor tersebut sangat penting dalam rangka mendorong daya saing yang berkelanjutan untuk industri Batik Banyumas. Makalah tersebut merupakan bagian dari luaran hasil penelitian dari skim yang didanai oleh Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)) untuk anggaran 2014.

3. Selain itu, satu tahun yang lalu yang lalu, tepatnya tanggal 2 – 4 April 2014, Rahab,SE.MSc. bersama Dr. Ali Rokhman. M. Si. (Dekan FISIP/Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed), dan Dr.Rawuh Edy Priyono (Kepala Pusat Penelitian Budaya Daerah dan Pariwisata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unsoed) juga telah mengenalkan Industri Batik Banyumasan pada International Symposium on Business and Management (ISBM 2014), di Nagoya University, Jepang dengan judul makalah: Innovativeness model of batik industries based on market orientation to develop sustainable competitive advantage.

Rahab beserta tim (Ali Rokhman, Rawuh Edy Priyono, Suci Indriati) menulis makalah di Jepang tersebut untuk lebih mempromosikan indsutri kreatif lokal berbasis budaya yang dimiliki oleh daerah (Banyumas dan sekitarnya). Intisari dari makalah tersebut adalah bahwa untuk mengembangkan daya saing industri industri batik perlu didorong dandikembangkan budaya keinovasian yang berorientasi aspek pasar. Aspek pasar yang dapat mendorong keinovasian pelaku industri batik menititikberatkan pada orientasi konsumen/ pelanggan, orientasi pesaing dan orientasi kerjasama antar lintas bagian.

4. Selanjutnya, dalam rangka mendorong daya saing Batik Banyumas, Rahab,SE.MSc. beserta tim peneliti lainnya (Istiqomah dan Najmudin) telah menulis buku yang diterbitkan oleh UPT. Percetakan dan Penerbitan Unsoed pada bulan November 2014 dengan judul “Kompetensi Inti Industri Daerah Berbasis Industri Batik: Membangun keunggulan kompetitif produk unggulan lokal”. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.