Minggu, 5 Februari 23

Ukur Capaian Kompetensi Santri, Kemenag Gelar Imtihan Wathani

Ukur Capaian Kompetensi Santri, Kemenag Gelar Imtihan Wathani
* Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1443 H/2022 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada tiga jenjang PDF, Ula (setingkat MI/SD, Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

 

Bsca juga:

Wamenag Zainut: BTN Santri Developer Kebangsaan akan Mendorong Pesantren Berkontribusi Menekan Angka kemiskinan

Tegas! Pemimpinnya Diduga Perkosa Sejumlah Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Antapani

 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, Imtihan Wathani akan berlangsung selama tiga hari, 26-28 Februari. Ujian ini akan diikuti 6.219 santri dari 86 PDF yang telah mendapatkan izin operasional.

“Penyelenggaraan Imtihan Wathani bertujuan mengukur capaian kompetensi santri PDF selama mengikuti proses pembelajaran. Sudah barang tentu dalam pelaksanaannya akan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ramdhani di Jakarta dalam siaran pers, Kamis (17/2/2022).

Dia menjelaskan, pelaksanaan Imtihan Wathani dimaksudkan untuk menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren. Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren.

Sementara itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengatakan, bahwa Imtihan Wathani tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima. Imtihan Wathani pertama digelar pada tahun 1438 H/2018 M.

“Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Imtihan Wathani terus mengalami peningkatan, dari sisi jumlah peserta dan model yang digunakan,” ujar Waryono.

Imtihan Wathani pertama pada tahun 1438 H/2018 M, lanjutnya, hanya diikuti 827 santri. Setahun berikutnya, Imtihan Wathani diikuti 2.185 santri. Model ujian pada dua tahun pertama ini menggunakan paper best test (PBT).

Sejak tahun 1440 H/2020 M Imtihan Wathani digelar dengan PBT dan Computer Based Test (CBT). Saat itu, ada 3.500 santri yang mengikuti. Tahun 1441H/2021M, peserta Imtihan Wathani kembali bertambah, diikuti 5.044 santri.

“Pada tahun ini, ada 6.219 santri yang ikut ambil bagian dalam PBT dan CBT Imtihan Wathani. Ada peningkatan siginifikan jumlah santri yang mengikuti model CBT dari tahun ke tahun,” paparnya.

Waryono menilai Imtihan Wathani ini istimewa karena tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren pada materi yang diujikan. Semua materinya juga menggunakan Bahasa Arab. Untuk jenjang PDF Ulya, materi ujiannya adalah Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadits-Ilmu Hadits, Fiqh-Ushul Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf. Sedangkan untuk PDF Wustha adalah Tafsir, Hadits, Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf.

“Selamat mengikuti Imtihan Wathani bagi santri PDF di seluruh Indonesia. Terus belajar, mengasah diri, dan tingkatkan kompetensi. Sukses untuk santri Indonesia,” ujarnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.