Rabu, 23 September 20

Tips Nindyo Pramono untuk Generasi Milenial yang Ingin Jadi Lawyer Mumpuni

Tips Nindyo Pramono untuk Generasi Milenial yang Ingin Jadi Lawyer Mumpuni
* Founding Partner Nindyo & Associates Prof. Nindyo Pramono. (Foto: Edwin B/Men's Obsession)

Jakarta, Obsessionnews.com – Founding Partner Nindyo & Associates Prof. Nindyo Pramono mengungkapkan, di era pandemi Covid-19 ini, klien-klien yang sudah lama menjadi relasinya datang untuk meminta advis atau nasihat kepada firma hukumnya, salah satunya adalah bank berpelat merah.

“Mereka meminta advice dari sisi legal, Covid-19 ini masuk dalam ranah apa. Lalu, mitigasi apa saja yang harus dilakukan untuk nasabah-nasabah yang terdampak,” ujar Nindyo kepada Majalah Men’s Obsession.

Dia mengatakan, Covid-19 ini masuk dalam ranah force majeure nisbi (relatif) begitu bencana ini sudah berakhir hutang harus tetap dibayar.

“Tetapi sekarang perlu relaksasi atau stimulus yang dalam mekanisme perbankan dinamakan restrukturisasi, ada ketentuan dari OJK yang perlu dipelajari, itu tugas saya,” paparnya.

Dia mengaku, lawyers di firma hukumnya adalah murid-muridnya di UGM. “Junior saya yang sekarang menjadi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda, ikut merintis kantor ini juga, ia yang memilih para bimbingan yang prestasinya bagus dan ada passion untuk menjadi praktisi. Kemudian, kami ajak ke sini. Semua yang di sini best talent, saya tahu kapasitasnya. Maka rata-rata kerasan,” imbuh Nindyo.

Sebagai sosok yang sudah makan asam garam di dunia hukum, Nindyo membagikan tips kepada generasi milenial untuk menjadi lawyer yang mumpuni. “Saat ini generasi milenial sudah sangat dimudahkan dengan berbagai teknologi, ibaratnya punya problem apapun di aspek legal langsung browsing lewat internet, disitu ketemu jawabannya,” ujarnya.

Namun, kalau hanya mengandalkan itu  maka tidak akan mampu menguasai hukum secara komprehensif. Karena hukum adalah satu kesatuan sistem dari berbagai sub sistem hukum. Idealnya tidak boleh ada konflik dalam sistem itu, kalau ada konflik harus diselesaikan di dalam sistem .

“Sekalipun Anda sebagai pemerhati hukum bisnis seperti saya untuk menguasai hukum bisnis yang sub sistemnya sangat luas, tidak cukup hanya mengandalkan informasi dari internet. Untuk bisa mendalami itu, Anda harus kuat membaca terutama hukum umumnya, yakni hukum perdata umum. Tanpa baca buku, tidak akan mungkin anda menguasai hukum bisnis secara komprehensif,” tegasnya.

Tak hanya itu, dia pun menuturkan obsesinya. Sebagai Guru Besar di akhir pengabdiannya, dia masih ingin tetap bisa mengaktualisasi dirinya untuk kepentingan keilmuan, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Sementara di law firm ini, saya selalu tekankan kepada junior-junior saya, Bapak ini hanya untuk aktualisasi diri. Law firm ini ke depan adalah milik Anda, maka kelola dengan integritas yang benar supaya bermanfaat bagi Anda dan masyarakat,” pungkasnya. (Men’s Obsession/Gia/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.