Rabu, 30 September 20

Ternyata, Ledakan di Lebanon dari Gudang Senjata Aliran Syiah ?

Ternyata, Ledakan di Lebanon dari Gudang Senjata Aliran Syiah ?
* Tentara Hizbullah. (Foto : ist)

Berdasarkan penjelasan resmi dari HT Lebanon seperti yang dipaparkan oleh Ustadz Hafidz Abdurrahman, ternyata ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020, adalah dari gudang amunisi senjata aliran Syiah Iran.

Ledakan ini terjadi di wilayah, yang digunakan sebagai tempat penyimpanan alutsista Partainya Iran (Hizbullah). Karena banyak senjata dan bahan kimia sehingga ledakannya begitu eksplosif.

Celakanya, bahan kimia dan persenjataan ini disimpan di gudang atau bangunan yang berada di tengah pemukiman penduduk. Akibatnya, begitu terjadi ledakan, maka mengenai rumah penduduk. Korban yang meninggal tercatat sekitar 150 orang, dan luka lebih 5.000 orang. Ini merupakan kelalaian pemerinrah Libanon sejak dulu.

Libanon tidak pernah aman, baik secara politik, keamanan maupun ekonomi. Negeri ini terus diliputi berbagai konflik.

Sebagai catatan, lanjut Ustadz Hafidz Abdurrahman, Hizbullah adalah milisi Syiah, pimpinan Hasan Nashrullah. Bermarkas di Beirut, Libanon.

Milisi ini dibentuk dan disupport Iran. Kekuatan alutsistanya mengalahkan militer Libanon sendiri.

AS di belakang Iran. Biasanya Hizbullah digunakan AS, melalui tangan Iran. Di Libanon sendiri, konflik AS, Prancis dan Inggris sering terjadi, dengan menggunakan tangan masing-masing.

Di sisi lain, Iran dan Hizbullah, juga bermusuhan dengan Israel.

“Inilah yang membuat konflik di kawasan ini terus memanas,” tandas Ustadz Hafidz dalam facebook-nya, Kamis (6/8).

Untuk diketahui, komposisi agama penduduk Lebanon adalah: 54% Muslim (27% Syiah; 27% Sunni), 5.6% Druze (aliran non muslim), 40.4% Kristen (21% Maronit, 8% Ortodoks Yunani, 5% Melkit, 1% Protestan dan 5.4% Kristen Ortodoks lainnya).

Presiden lebanon Aoun adalah perwakilan kristen maronit, dia seorang jenderal yang anti sunni dan dekat dengan iran. Baru 4 bulan lalu, Presiden Lebanon Michel Aoun menghina Turki, Erdogan, dan Khilafah Utsmani.

Nampaknya, pihak Syiah Iran menuduh Isarel di balik peledakan tersebut karena sebagai musuh bebuyutan Hizbullah. Karuan saja pemerintah Israel ketakutan jika terjadi pembalasan terhadap terhadap kubu Zionis tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah Israel buru-buru menegaskan tidak ada hubungannya dengan ledakan besar di wilayah pelabuhan Beirut pada Selasa waktu setempat. Hal ini diungkapkan seorang pejabat pemerintahan yang tak disebutkan namanya.

“Israel tidak ada hubungannya dengan insiden itu,” kata pejabat itu dengan syarat anonimitas, dikutip dari hindustantimes, pada Rabu 5 Agustus 2020.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan kepada televisi Israel N12 bahwa ledakan itu kemungkinan besar merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran.

Ledakan besar mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, menyebabkan kerusakan parah dan melukai banyak orang. Laporan menyebut ledakan terjadi di daerah pelabuhan kota, sementara ledakan kedua belum terkonfirmasi.

Getaran akibat ledakan bahkan terasa hingga pegunungan di Beirut yang jaraknya sekitar 13 mil jauhnya. Pemerintah Lebanon langsung mengerahkan tentara untuk mengirimkan bantuan ke wilayah pelabuhan tersebut.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut, namun kantor berita Lebanon NNA mengatakan ledakan terjadi di daerah pelabuhan di mana ada gudang yang menampung bahan peledak. Tidak jelas apa yang menyebabkan ledakan atau jenis bahan peledak yang disimpan di lokasi kejadian.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3825889757457752&id=100001102972764

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.