Selasa, 25 Januari 22

Tega! Guru Cabuli Tiga Siswi SMP, Satu di Antaranya Hamil Empat Bulan

Tega! Guru Cabuli Tiga Siswi SMP, Satu di Antaranya Hamil Empat Bulan
* Ilustrasi Pemerkosaan. (Foto: Medsos)

Serang, Obsessionnews.com – Guru bukannya menjadi suri teladan bagi murid-muridnya dengan memberikan contoh yang baik, justru malah sebaliknya. Seorang guru SMP di Kabupaten Serang, Banten, malah melakukan tindakan tidak senonoh dengan mencabuli tiga siswinya. Bahkan satu di antaranya kini hamil empat bulan.

 

Baca juga:

Yohana Yembise Kecam Tindakan Pelaku Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Dipaksa Minuman Keras, Dua Gadis SMP Diperkosa Pacarnya Sendiri

Murid SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA

 

Peristiwa itu terjadi di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega membenarkan pihaknya menerima laporan adanya dugaan kasus pencabulan di Kecamatan Cikeusal. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Iya benar ada laporan kasus tersebut. Saat ini masih dalam proses, ” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, Uut Lutfi juga membenarkam kabar itu. Bahkan pihaknya sudah sempat mendatangi kediaman salah satu korban berinisial DO bersama P2TP2A Kabupaten Serang, Dinas Sosial Kabupaten Serang dan Camat Cikeusal.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dugaan pencabulan itu dilakukan sekitar 5 bulan lalu. Namun demikian, ia mengaku belum bisa menggali secara mendalam informasi tersebut, karena saat ini korban masih trauma.

“Yang kami datangi ini dia (korban) hamil 4 bulan, jadi kalau mundur ke belakang (kejadiannya) sekitar Januari, korban ini sekarang masih trauma,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/6).

Ia mengatakan, DO sendiri baru lulus SMP, sementara dua orang korban lainnya identitasnya belum diketahui karena belum melapor. Adapun salah satu pelakunya berinisial ON (35). “Jadi tiga guru (diduga pelakunya) dan tiga siswi, kalau keterangan di lapangan berpasangan, dilakukan di ruang laboratorium, artinya ada unsur paksaan dari si pelaku,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan segera mendatangkan psikolog untuk membantu menangani trauma korban, termasuk juga menemui pihak sekolah. Karena ini dilakukan di jam sekolah, di sekolah yang sama, oleh guru di sekolah yang sama, dan korbannya siswi siswinya sekolah yang sama. “Takutnya diduga ada korban lain,” ujarnya.

Uut mengatakan, kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh pihak kepolisian, dan belum ada penangkapan. Namun demikian ia terus berkoordinasi agar segera mengamankan pelakunya. “Saat ini yang diduga pelaku masih dalam penanganan, belum ada penangkapan, karena masih dalam proses penyelidikan di Polres Serang Kabupaten,” jelasnya.

“Kita juga saat ini masih melakukan pengembangan lanjutan. Mudah – mudan bisa menemukan korban lainnya, sehingga bisa mendapat informasi yang lengkap,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.