Sabtu, 23 Maret 19

Soal Unicorn Berpotensi Gerus Suara Prabowo di Kalangan Milenial

Soal Unicorn Berpotensi Gerus Suara Prabowo di Kalangan Milenial
* Prabowo Subianto dan Jokowi dalam debat capres kedua. (Foto: Waspada.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Isu soal unicorn atau valuasi startup yang mencapai US$1 miliar dalam debat capres pada Minggu  (17/2/2019) malam masih menjadi bahasan yang menarik di kalangan masyarakat. Isu ini menarik lantaran saat Jokowi bertanya tentang strategi pengembangan unicorn, Prabowo menjawab dengan setengah ragu dengan menyebut kata online.

Pendiri dan analis Data Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkapkan, pasca debat percakapan soal unicorn sangat pesat. Tercatat ada 96 ribu mention di Twitter dan 2,5 ribu di media online. Selain itu tingkat interaksi topik unicorn juga tinggi yakni 4,15 yang mana menggambarkan percakapan topik ini natural.

 

Baca juga: 

Disebut Pakai Earpiece Saat Debat, Jokowi: Fitnah Nggak Bermutu

Usai Terima CEO Bukalapak, Jokowi Ungkap Anggaran Riset RI

Hadapi Debat, KH Ma’ruf Yakin Jokowi Sudah Paham Materi

 

Menariknya, tulis Ismail, isu topik unicorn di media sosial dan internet lebih didominasi oleh klaster pendukung kubu 01. Beberapa akun Twitter yang terdeteksi melambungkan percakapan soal unicorn yakni dua akun anak Jokowi yakni @Chilli_pari dan @kaesangp serta pemberitaan media online. Akun ini menjadi salah satu top influencer soal isu unicorn.

Ismail menuliskan, akun-akun tersebut masuk dalam klaster inti yang melambungkan percakapan soal unicorn. Topik ini makin bergaung dengan dukungan akun-akun di luar klaster inti yang turut meramaikan perbincangan soal unicorn.

Ismail mengatakan, kemunculan akun-akun lain selain top influencer membentuk klaster sendiri yang menyokong klaster 01. Ismail menduga munculnya klaster baru ini kemungkinan menyasar kalangan milenial. Jejaknya terlihat dari bahasan akun-akun pada kluater baru ini yang mengangkat topik ringan selama debat.

“Sementara kluster 02 tak terlalu besar bertahan menangkis serangan soal unicorn ini,” tulis Ismail dalam analisisnya di Twitter dikutip Selasa (19/2/2019).

Temuan menarik lainnya dari analisis Drone Emprit yakni soal interaksi unggahan soal unicorn dari top influencer dan klaster lain yang mendukung kubu ini. Rata-rata unggahan dari klaster ini menyindir komentar dan respons Prabowo soal pertanyaan Jokowi soal unicorn. Rata-rata postingan klaster ini mendapat ribuan retweet dan like di Twitter.

Justru, kata Ismail, Drone Emprit menemukan top tweet berdasarkan jumlah retweet banyak didominasi oleh kubu 01. Dari data ini, Ismail berpendapat jika tak ditangani secara tepat, isu unicorn ini berpotensi mengganggu suara anak muda ke Prabowo.

“Kalau tidak ditangani dengan baik isu unicorn ini potensial menggerus suara milenial ke Prabowo,” tulisnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.