Jumat, 24 September 21

Soal Reklamasi, Amien Rais: Agung Podomoro Sudah Pasang Iklan di Hong Kong

Soal Reklamasi, Amien Rais: Agung Podomoro Sudah Pasang Iklan di Hong Kong
* Amien Rais.

Jakarta, Obsessionnews.com – Politikus senior PAN Amien Rais tetap pada pendiriannya bahwa proyek reklamasi Teluk Jakarta harus diberhentikan, karena dianggap lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Salah satunya ia menyebut proyek itu hanya lebih menguntungkan pengembang atau elit.

Hal tersebut disampaikan pada seminar bertajuk ‘Stop Reklamasi Teluk Jakarta’ di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017) yang juga dihadiri dosen Teknik Kelautan ITB Muslim Muin, dosen FTUI Sri Bintang Pamungkas, Irvan Pulungan dari ICLEI Indonesia, Sekjen PNPI Nelayan M Ramli, dan Marwan Batubara dari IRESS.

“Reklamasi amat sangat nyata begitu, jadi bertanya buat kita. Mungkinkah kita menyerahkan sebagai tanah air kepada pengembang? Saya melihat, saya tidak ada SARA dan lain-lain. Memang ada oknum yang begitu percaya, tidak ada takutnya, KPK dihajar, BPK dihajar, saya pikir kok ini bisa berani? Ada apa?” ujar Amien.

Menurutnya, wajar saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bersikeras untuk melanjutkan proyek reklamasi meski banyak pihak yang menentangnya, termasuk pengadilan. Santer terdengar pihak pengembang Agung Podomoro sudah pasang iklan.

“Saya mencium reklamasi ini bukan untuk ambil dan lain-lain. Ini jelas, jadi Podomoro sudah buat iklan di Hong Kong, katanya ada pejabat terima Rp 10 T,” tuturnya.

Namun, Amien bersyukur Ahok sekarang sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI. Dan proyek reklamasi akan dihentikan oleh Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan. “Andai kata dia menang, ini selesai. Tapi karena Allah masih menyayangi bangsa kita ini, kasih nafas dulu, konsolidasi dulu,” kata eks Ketua MPR ini.

Untuk itu, Amien mengimbau proyek reklamasi Teluk Jakarta untuk dimorotarium. Dia menyinggung gugatan untuk membuka kajian terkait reklamasi di Komisi Informasi Publik (KIP).

“Jadi, paling tidak kita morotarium dulu, kita hargai. Mari kita adu fakta dan data. Kalau data Pak Luhut reklamasi mengurangi banjir betul, ya sudah saya tiarap. Tapi kalau kalau data kita lebih afdol, lebih kuat, tentu Pak Luhut mohon maaf hentikan,” ujar Amien.

“Kita harus minta ke KIP tolong buka. Secara logis untuk kepentingan bangsa, ini harus kita hentikan bersama-sama. Mohon maaf kalau ada salah,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.