Minggu, 28 Februari 21

Sangat Rentan Terpapar Covid-19, Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin

Sangat Rentan Terpapar Covid-19, Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin
* Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Pemerintah didorong memasukkan kalangan wartawan menjadi salah satu klaster prioritas yang mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini mengingat peran mereka menuntut mereka bertemu dengan banyak orang, sebagaimana juga tenaga kesehatan dan TNI-Polri, sehingga sangat rentan terpapar Covid-19.

 

Hal itu diungkapkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, seperti dikutip obsessionnews.com dari website mpr.go.id, Senin (18/1/2021).

 

Baca juga:

Bamsoet Sebut Pemerintah Tidak Setengah-setengah Lakukan Vaksinasi Corona

Digandrungi Anak Muda, Bamsoet Raih Best Institution Leader di Ajang Obsession Awards 2020

Bamsoet Mengaku Bangga Jadi Bagian dari Parmusi

 

“Berdasarkan data Dewan Pers per tahun 2020, tercatat ada sekitar 17.000 wartawan yang telah tersertifikasi melalui uji kompetensi wartawan (UKW). Melalui vaksinasi terhadap para wartawan, pemerintah turut berperan memastikan agar kerja jurnalistik mereka terlindungi. Sehingga bisa menyajikan berita secara akurat, menghindari masyarakat dari berbagai disinformasi,” tutur Bamsoet.

Sebagai orang yang pernah menekuni dunia jurnalistik, Bamsoet bisa ikut merasakan degup kegelisahan para wartawan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di satu sisi tak ingin terinfeksi dengan cara menghindari kerumunan maupun menjaga jarak dengan orang lainnya.

“Namun disisi lain karena tuntutan pekerjaan, sebagaimana dokter dan tenaga kesehatan, wartawan tak mungkin bekerja secara work home maupun melakukan aktivitas di rumah saja,” tandas Bamsoet.

Ia menerangkan, perhatian yang diberikan pemerintah melalui prioritas vaksinasi terhadap wartawan sekaligus juga untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para anggota keluarganya yang ikhlas melepas mereka tugas di medan perang Covid-19. Sehingga para wartawan pulang ke rumah tetap bisa membawa nafkah, bukan malah membawa virus Covid-19.

“Kita tidak bisa membayangkan para wartawan berhenti bekerja, tak akan ada informasi yang bisa didapat masyarakat. Namun, kita juga tidak bisa membayangkan dalam menjalankan pekerjaannya, para wartawan tak mendapat bekal yang cukup sehingga malah mengorbankan nyawa,” ujar politisi Partai Golkar ini. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.