Minggu, 19 September 21

Rupiah Loyo Akibat Pasar Inginkan BBM Naik

Rupiah Loyo Akibat  Pasar Inginkan BBM Naik

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah sebesar 27 poin menjadi Rp11.777 dibandingkan posisi sebelumnya Rp11.750 per dolar AS.

“Mata uang rupiah masih dibayangi sentimen  dari dalam negeri yang menunggu kepastian mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kalangan pasar mengharapkan adanya kenaikan BBM agar defisit neraca perdagangan Indonesia tergerus. Dampaknya akan positif terhadap rupiah jika neraca perdagangan Indonesia membaik,” ujar  Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Jumat (5/7/2014).

Meski demikian, ia mengatakan bahwa penerbitan sukuk global senilai 1,5 miliar dolar AS oleh pemerintah Indonesia pada 10 September 2014 cukup mendapat respons baik, situasi itu dapat menahan depresiasi nilai tukar rupiah.

Sentimen eksternal seperti perekonomian Amerika Serikat yang cenderung tidak mengalami banyak hambatan dalam perbaikannya sehingga akan mendorong bank sentral AS (the Fed) siap menaikan suku bunganya.

Selain itu, lanjut dia, pasar keuangan global juga masih menyikapi situasi yang terjadi di Ukraina. Konflik Ukraina yang masih terus terjadi masih menjadi kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi global sehingga permintaan aset berkembang bisa berkurang. (ant)

Related posts