Minggu, 28 November 21

Rumah Bersalin Cuma-cuma Sempat Tertatih-tatih

Rumah Bersalin Cuma-cuma Sempat Tertatih-tatih

Bandung, Obsessionnews – Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation di Bandung, tepat berusia satu dekade diharapkan terus bisa melayani masyarakat dengan lancar. Semoga tidak tertatih-tatih lagi saat memberi pertolongan kepada ibu hamil yang tak mampu.

Pada Kamis (8/4/2015), RBC dijadwalkan dikunjungi istri Walikota Bandung Atalia Pratatya Kamil dan istri mantan Wagub Jabar Bunda Rani Razak Nu’man. Kedatangan para ibu-ibu pejabat ini  diharapkan membuat RBC “bisa apa-apa” setelah 10 tahun yang lalu “tidak bisa apa-apa” alias tertatih-tatih untuk dapat menolong sesamanya yang  tidak mampu.

Menurut Humas RBC Taufik Hidayat, RBC sebuah ikhtiar  kecil dari  mimpi besar para pegiat dakwah sosial yang tergabung di Sinergi Foundation. “Sepuluh tahun lalu belum ada lahan permanen hanya rumah kontrakan di kawasan Jalan Holis Bandung,” ujar Taufik.

Rumah berukuran 60 m2 itu disiapkan  khusus bagi para ibu hamil dan melahirkan, namun secara ekonomi mereka lemah. “Agar para ibu dari kalangan lemah itu segera mendapat fasilitas persalinan yang layak,” paparnya.
Selain itu, lanjut dia, agar tidak ada lagi yang berpindah agama gara-gara tidak dapat membayar biaya  persalinan. “Dulu, ketika masih sebatas program bebas bea bersalin di bulan Ramadhan 1424 H atau 10 tahun lalu, memiliki Rumah Bersalin sendiri seperti pungguk merindukan Bulan,” tuturnya.

Dompet Dhuafa Bandung sebagai embrio Sinergi Foundation  masih belum yakin, bahwa program tersebut akan disambut baik berbagai kalangan. Untuk tetap eksis dan mampu membiaya pasien tak mampu, maka sejumlah kerjasama pun gencar dilakukan, misalnya  dengan Rumah Sakit Al-Islam (RSAI) Bandung.

Allah berhendak lain, ketika do’anya para dhuafa didengar, jeritan ibu hamil yang miskin serta air mata si papa menetes,  Itulah keajaiban do’a orang-orang tak berpunya. “Mereka sabar dalam iman  ditengah himpitan derita yang seperti tak kunjung berkesudahan”. Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, marjinalisasi dan stigma miring terhadah RBC datang silih berganti.

RBC 1

Seiring dengan pasien yang semakin banyak berbanding lurus dengan jumlah keluarga miskin di kota Bandung yang terus menanjak. Lambat laun biaya pun  membengkak. Meski ada kerjasama khusus dengan beberapa RS, namun tetap ada selisih harga dibandingkan jika memiliki tempat plus perlengkapan persalinan standar sendiri.

Sepetak bangunan kontrakan itupun merangkak ibarat doa bayi yang lahir dari ibu yang papa.  Ruang yang tak begitu luas itu dioptimalkan menjadi 2 kamar nifas/pasca melahirkan, 1 kamar bersalin, 1 ruang pertemuan, dan ruang pemeriksaan dokter.

Sepuluh tahun berjalan, sedikitnya 113.680  Kasus Kesehatan Ibu hamil dan anak dhuafa terlayani tanpa harus membayar. Meskipun selama 3 tahun pertama 2004-2007 harus merasakan nomaden atau pindah  dahulu ke tempat lain.

Para ibu hamil pun harus merasakan perjuangan pindah dari tempat kontrakan tersebut, meski hanya berjarak sekitar 3 km, namun dengan kondisi lemah usai persalinan para pasien tak mampu ini tidak bisa berbuat banyak. “Diruang nifas 2, tampak seorang ibu tengah terbaring lemah di ranjang yang tersedia, ibu itupun harus kami bawa”, ujar Taufik bernostalgia.

Tampak Ari Indra Susanti  salah seorang bidan yang juga ikut merintis pendirian RBC sejak awal  sibuk membantu membereskan  barang yang harus dipindahkan, seperti selimut dan pakaian bayi, pakaian dan sarung ibu melahirkan serta sejumlah peralatan melahirkan lainnya.

Sejenak Ari menghela nafas di bangku tunggu yang tersisa, setelah beberapa barang berat, seperti ranjang persalinan dan etalase obat terangkut ke atas truk. Lelah di wajah sang bidan  terhadang ceria dan senyumannya, karena tak lama lagi keinginan untuk dpat tempat refresentatif akan terwujud setelah seseorang mewakafkan tanahnya untuk RBC.

RBC 3

Kini di RBC Sinergi Foundation, para ibu kalangan dhuafa yang melahirkan tak perlu khawatir lagi mendengar umpatan para petugas jaga karena tak mampu menebus biaya persalinan bayinya. Para ibu kalangan dhuafa tak harus berpikir mendapat perlakuan kelas dua, hanya karena tampilan fisik lusuh tak berhias untaian emas dan permata, seperti halnya orang-orang berpunya.

Kalangan dhuafa tak usah risau akan menjadi korban malpraktik, karena ada dokter harian, bidan, dan perawat yang senantiasa siaga 24 jam untuk memaksimalkan layanan.

Sepenggal waktu berlalu, sampai tahun  2014 lalu, RBC-Sinergi Foundation melebarkan sayapnya ke wilayah Soreang  Kabupaten Bandung. Selain di kota Bandung di kabupaten Bandung pun melayani dhuafa untuk melayani persalin gratis sampai pada konsultasi anak yang menginjak dewasa

Satu dekade usia RBC mencatat 45.540 pemeriksaan kehamilan, 24.230 pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, 15.383 imunisasi dan 11.964 layanan KB,  termasuk 5.722 persalinan dari 6.841 ibu yang terdaftar sebagai member RBC Sinergi Foundation.

“Diusia yang ke-10 tahun sebuah kebahagian bagi kami Spesial talim member RBC-SF  (salah satu kegiatan member) besok, kamis 8 April 2015  akan dihadiri Ibu Walikota Bandung Bu Atalia praratya Kamil dan Bunda Rani Razak Nu’man”, tutup Taufik. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.