Minggu, 22 September 19

‘Rugi Kalau Kita Tak Rukun Karena Pilpres dan Pileg’

‘Rugi Kalau Kita Tak Rukun Karena Pilpres dan Pileg’
* Pemilu 2019. (Foto: Twitter @KPU_ID)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kerukunan masyarakat dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tidak boleh goyah. Lebih-lebih menjelang Pemilihan Umum dan Pilpres 17 April mendatang, kerukunan dan kedamaian wajib dinomorsatukan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia keutuhan berasal dari kata dasar utuh yang berarti dalam keadaan sempurna seperti semula. Utuh juga berarti tidak bercerai berai atau tidak terpecah belah. Jadi keutuhan NKRI artinya adalah bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki kedaulatan, memiliki tujuan nasional, dan berdiri secara utuh baik wilayahnya, rakyatnya, ataupun pemerintahnya.

 

Baca juga:

Bakomubin Berharap Pemilu 2019 Dijadikan Ajang Fastabiqul Khoirot

KPU Diminta Fokus Pada Penyelenggaraan Pemilu 2019

Tindak Tegas Pengganggu Pemilu 2019!

 

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jember , Jawa Timur, Emi Kusminarni mengatakan, menjelang pesta demokrasi, tensi politik cukup tinggi. Seiring dengan itu, emosi sebagian masyarakat kian sensitif dalam menerima isu-isu politik, sehingga potensi untuk marah dan mencaci-maki cukup besar.

“Karena itu, kita tegaskan jaga kerukunan, kesabaran, dan jangan mudah terprovokasi isu yang belum jelas asal usulnya,”ujar Emi dari keterangan tertulisnya, Senin (11/2/2019).

Ia menegaskan, Pemilihan Umum dan Pilpres sangat penting, dan warga harus menyambutnya dengan sungguh-sungguh, yaitu datang ke TPS untuk memberikan suaranya.

Namun jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, lalu timbul permusuhan. Pilihan politik mungkin tidak sama, dan itu halal karena demokrasi menyediakan ruang yang memungkinkan orang berbeda pilihan.

“Rugi kalau kita tak rukun karena Pilpres dan Pileg. Masing-masing orang yang pilihannya beda, sudah punya alasan sendiri-sendiri. Tidak perlu kita memusuhi yang beda pilihan dengan kita,” urainya. (Vina)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.