Rabu, 26 Januari 22

Rizieq Dihantam Isu Hitam

Rizieq Dihantam Isu Hitam
* Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)
Tidak dapat dipungkiri Habib Rizieq Syihab figur paling menonjol dalam Aksi Bela Islam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Tidak dapat dipungkiri Habib Rizieq Syihab figur paling menonjol dalam Aksi Bela Islam yang digerakkan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI). GNPF MUI merupakan koalisi sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, salah satu di antaranya Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq. Di GNPF MUI Rizieq duduk sebagai ketua dewan Pembina.

Nama GNPF MUI mulai mencuat ketika  menggelar Aksi Bela Islam di Balai Kota DKI Jakarta dan kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada Jumat (14/10/2016). Aksi damai yang dipimpin  Rizieq tersebut menuntut polisi menangkap Gubernur nonaktif  DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Demo itu dipicu oleh ketersinggungan umat Islam atas ucapan Ahok  soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016).  Saat itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 yang beragama Kristen Protestan ini antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Aksi Bela Islam tersebut dilakukan tiga hari setelah MUI Pusat secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap keagamaan terhadap kasus Ahok.  MUI dalam pernyataan sikap keagamaan  yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Namun, Aksi Bela Islam yang diikuti ribuan orang tersebut seperti membentur tembok. Terkesan dicuekin polisi.

Aksi Bela Islam jilid 2 merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998.

Karena tidak ada tanda-tanda polisi menangkap Ahok, Rizieq kembali mengerahkan massa turun ke jalan. Dan sungguh mengejutkan. Aksi Bela Islam jilid 2 yang digelar di depan Istana Presiden tersebut diikuti lebih dari 2 juta orang, dan merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998. Aksi itu kemudian populer dengan sebutan aksi 411. Dipilihnya Istana Presiden sebagai lokasi berunjuk rasa karena massa menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi Ahok.

Karena tekanan massa itu polisi mulai serius menangani kasus Ahok. Hasilnya, Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama pada Rabu (16/11), sehari setelah dilakukan gelar perkara. Anehnya, kendati telah ditetapkan sebagai tersangka Ahok tidak ditahan. Mantan Bupati Belitung Timur ini hanya dicekal ke luar negeri.

Keputusan Bareskrim Polri itu tidak sesuai dengan aspirasi pengunjuk rasa. Mereka menuding polisi bertindak diskriminatif karena tidak menahan Ahok, sedangkan dalam banyak kasus orang-orang yang dijadikan tersangka langsung ditahan, terutama yang beragama Islam.

Oleh karena itu Rizieq mengajak kembali umat Islam untuk berunjuk rasa dalam Aksi Bela Islam 3 pada Jumat (2/12). Semula direncanakan dalam aksi 212 itu akan dilakukan sholat Jumat di sepanjang Jl. Sudirman – Jl. MH Thamrin – depan Istana Presiden. Namun dibatalkan setelah tercapai kompromi antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama para pimpinan GNPF MUI di kantor MUI Pusat, Senin (28/11). Disepakati sholat Jumat akan dilakukan di lapangan Monumen Nasional (Monas). Juga disepakati demo hanya digelar pada pukul 8 pagi hingga usai sholat Jumat.

Disepakatinya Monas sebagai lokasi demo yang digerakkan GNPF MUI untuk menghindarkan penyusup gelap yang punya agenda lain di luar tuntutan memenjarakan Ahok.

“Character Assassination”

Mereka melakukan upaya character assassination atau pembunuhan karakter terhadap Rizieq.

Gencarnya Rizieq menuntut Ahok dipenjara membuat gerah sejumlah kalangan. Mereka kemudian melakukan upaya character assassination atau pembunuhan karakter terhadap Rizieq. Mereka menghantam Imam Besar FPI ini dengan isu hitam.

Seperti yang ramai beredar di media sosial (medsos) Rizieq diisukan menerima uang Rp 100 miliar dari seorang tokoh nasional untuk membiayai Aksi Bela Islam. Rizieq dan para petinggi GNPF MUI tentu saja membantahnya, apalagi isu itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Selain itu Rizieq dikabarkan dianiaya oleh tentara dari Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo langsung memerintahkan aparatnya menelusuri informasi itu. Namun, informasi itu ternyata hoax.

“Langsung intelijen saya suruh bekerja mencari, dan ternyata hoax (kabar bohong) tersebut berasal dari Australia dan Amerika,” kata Gatot Bandung, Rabu (23/11).

Yang terbaru Rizieq diisukan mempunyai enam istri. Di tengah persiapan demo 212 tiba-tiba beredar foto Rizieq bersama enam wanita di medsos dengan keterangan “Habib Rizieq berlibur bersama ke-enam istrinya”.

Beredar foto Habib Rizieq dan keenam wanita yang disebut istrinya. Padahal keenam wanita itu adalah keluarganya.
Beredar foto Habib Rizieq dan keenam wanita yang disebut istrinya. Padahal keenam wanita itu adalah keluarganya.

Rizieq bereaksi keras dan keterangan di medsos tersebut disebutnya fitnah. Ia menuding yang melakukan perbuatan itu adalah pendukung penista agama.

Beginilah jahatnya pendukung Penista Agama. Foto dengan keluarga difitnah sebagai foto bersama enam istri,” tulis Rizieq di akun Twitternya, ‏@syihabrizieq, Minggu (27/11). (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Anggun Nilai Ahok Tetap Tegar

Bus Dilarang, Ribuan Warga Ciamis Jalan Kaki ke Jakarta

Kapolri-GNPF MUI Sepakat Bendung Mobokrasi

Aksi 212 Bukan Aksi Makar

Habib Rizieq: Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Penista Agama

Panglima TNI Sebut Ketua FPI Jadi Korban Propaganda AS dan Australia

Komisi III DPR: Ucapan Kapolri Bernada Provokatif

Makar, Maklumat Kapolri, Eh… Google!

PKS: Tuduhan Makar, Kapolri Diminta Jangan Asal Ngomong

Aksi Damai Dianggap Teroris, Kapolri Resahkan Masyarakat

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.