Selasa, 28 Januari 20

Imigrasi Tolak 84 Warga Pemohon Paspor Potensi TTPO dan Terorisme

Imigrasi Tolak  84 Warga Pemohon Paspor Potensi TTPO dan Terorisme

Jakarta, Obsessionnews.com – Sepanjang November ini sebanyak 84 pemohon paspor WNI telah ditolak permohonannya oleh Kantor Imigrasi Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Teguh Prayitno mengatakan, paspor tersebut diduga akan digunakan untuk bekerja secara non prosedural di luar negeri.

Belakangan ini diketahui di wilayah Kepri sempat terjadi beberapa kasus kecelakaan kapal yang menyebabkan korban meninggal. Bahkan hilang dan diketahui mereka adalah para TKI ilegal yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, ini merupakan upaya nyata dari Imigrasi Batam dalam memerangi kejahatan TPPO. Ia   berharap tidak ada lagi korban-korban berikutnya.

“Kita juga mencurigai tidak menutup kemungkinan dari ke 84 pemohon itu juga ada yang akan melakukan kegiatan terorisme, karena tidak memiliki tujuan yang jelas saat memohon paspor, “ ucap Teguh dalam keterangan tertulis kepada Obsessionnews, Selasa (29/11/2016).

Sementara itu Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Feddy M Pasya menjelaskan, usaha penggagalan pembuatan paspor di Imigrasi Batam merupakan suatu upaya pencegahan dini sebelum para calon tenaga kerja ini menjadi korban TPPO di luar negeri.

“Kami bukan menghalang-halangi mereka untuk bekerja di luar negeri, tetapi kalau ingin bekerja di luar negeri agar melalui mekanisme yang telah diatur negara bukan secara individu,” kata Feddy.

imigrasi-batam imigrasi-batam

Karena, lanjutnya, bila dilakukan melalui mekanisme yang benar, negara dapat hadir dan memberikan perlindungan apabila para Tenaga Kerja Indonesia mendapatkan masalah.

Dari 84 pemohon yang berhasil dicegah permohonan paspornya kebanyakan mereka dari luar Batam.

Sebanyak 25 orang menggunakan KTP dari berbagai daerah di Sumatera, yakni Solok, Lampung, Aceh, Ogan Ilir, Padang Sidempuan, Agam dan Rokan Ulu.

Selain itu juga ada pemohon yang berasal dari Lombok, Cilacap, Banyuwangi, Halmahera dan lain-lain. Sisanya menggunakan KTP Batam namun daerah asalnya banyak dari luar Batam.

Upaya ini berhasil dilakukan berkat kejelian, ketelitian dan keberanian para petugas saat proses wawancara dilakukan.

Banyak dari mereka yang melawan bahkan mengancam petugas karena upayanya untuk bekerja secara ilegal gagal dilakukan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terbujuk dengan iming-iming gaji besar di luar negeri karena belum tentu benar malah dieksploitasi dan ditipu,” pungkas Feddy. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.