Senin, 29 November 21

Rizal Ramli Tabuh Genderang ‘Perang’ Terhadap Menteri BUMN

Rizal Ramli Tabuh Genderang ‘Perang’ Terhadap Menteri BUMN
* Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Jakarta, Obsessionnews – Baru sehari menjadi Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli langsung menabuh genderang ‘perang’ terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Rini tak tinggal diam. Dia meladeni ajakan ‘perang’ tersebut.

Bukan Rizal Ramli namanya kalau tidak membuat pernyataan yang kontroversial. Namun, kali ini pernyataannya  ngawur, karena dinilai mengintervensi kementerian yang lain.

Pernyataan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini yang menyengat adalah terkait dengan PT Garuda Indonesia Tbk. Rizal meminta agar Garuda membatalkan penambahan pesawat. Dia mengaku telah menggagas pembatalan rencana pembelian pesawat Airbus A350 oleh Garuda Indonesia.

“Minggu lalu, saya ketemu Presiden Jokowi. Saya bilang, Mas, saya minta tolong layanan diperhatikan. Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman 44,5 miliar dollar AS dari China Aviation Bank untuk beli pesawat Airbus A350 sebanyak 30 unit. Itu hanya cocok untuk Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa,” ujar Rizal Ramli di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut dia, rute internasional yang akan diterbangi oleh Garuda Indonesia tidak menguntungkan. Pasalnya, saat ini, maskapai di kawasan ASEAN yang memiliki rute internasional ke Amerika Serikat dan Eropa, yaitu Singapore Airlines, punya kinerja keuangan yang kurang baik.

Pernyataan Rizal tersebut mendapat reaksi keras dari Rini Soemarno. Wajar jika Rini berang, karena Rizal telah mencampuri urusan Garuda yang bukan wewenang Menko Maritim dan Sumber Daya. Garuda berada di bawah Kementerian Keuangan selaku pemegang saham perusahaan milik negara, dan Kementerian BUMN sebagai kuasa pemegang saham. Dan Kementerian BUMN tentu saja memiliki wewenang yang sangat besar terhadap perusahaan milik negara, termasuk Garuda.

“BUMN itu (Garuda) jelas di bawah Kemenko Perekonomian, bukan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Jadi, jangan ada yang mencampuri Garuda di luar Kemenko Perekonomian,” kata Rini Kamis (13/8/2015).

Seperti diketahui Kemenko Perekonomian antara lain membawahi Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.