Senin, 9 Desember 19

Rini Soemarno: Indonesia Tak Bisa Gratiskan Tol Seperti Malaysia

Rini Soemarno: Indonesia Tak Bisa Gratiskan Tol Seperti Malaysia
* Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Foto: Twitter Kementerian BUMN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan, Indonesia tak bisa meniru Malaysia yang berani menggratiskan jalan tol untuk masyarakatnya. Sebab, kata Rini, ada investasi yang perlu dikembalikan dari setiap jalan tol yang dioperasikan oleh BUMN atau swasta.

“BUMN ini kan tolnya ini terkait dengan investasi, kita kan pinjam uang, ya enggak bisa dong,” kata Rini di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

 

Baca juga:

Empat Tahun Pemerintahan Jokowi Bangun Jalan Tol 782 Km

Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Jakarta-Surabaya Sudah Tersambung

Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng Alami Kendala

Direncanakan Beroperasi 2019, Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Dikebut

 

Ia menuturkan, setiap jalan tol di Indonesia yang dibangun ada investasi dari pihak swasta yang harus dikembalikan. Karena itu aturannya tidak bisa bebas seperti di Malaysia.

“Kita tetap sebagai investor, apakah itu BUMN atau swasta. Jalan tol juga banyak dibangun swasta, Astra punya, Malaysia juga punya di Indonesia. Mereka enggak bisa bebasin. Mereka banyak jalan tol dengan pinjaman, otomatis kita harus membayar pinjaman itu kembali,” tutur Rini.

Pemberian hak konsesi dengan periode tertentu, kata Rini, menjadi modal BUMN dan swasta mengembalikan dan investasi yang sudah dikeluarkan untuk membangun jalan tol.

Sementara, soal kemungkinan menggratiskan jalan tol setelah masa konsesi habis, Rini menyebut keputusan tersebut ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kalau Kementerian BUMN tidak bisa, enggak ada dasarnya BUMN, karena semua dari cost, investasinya yang memutuskan Kementerian PUPR,” kata dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.