Kamis, 13 Agustus 20

Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng Alami Kendala

Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng Alami Kendala
* Pembangunan jalan tol Kunciran-Cengkareng.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pembangunan jalan tol Kunciran-Cengkareng arah Bandara Soekarno Hatta (Soetta) masih berjalan. Penggelolaan jalan tol tersebut oleh PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng (JKC) ini ditargetkan beroperasi pada Maret 2019.

Direktur Utama JKC Edwin Cahyadi mengatakan, pihaknya menemui berbagai tantangan di lapangan terkait pengadaan tanah, seperti kesepakatan harga tanah dengan warga masih menunggu hasil keputusan pengadilan, tumpang tindih kepemilikan tanah, dan tanah fasos/fasum yang belum diserahterimakan.

Kendala lainnya adalah penentuan lokasi puskesmas pengganti, perlu pengukuran ulang Peta Bidang dan Daftar Nominatif Pemilik (DNP), serta terhambatnya eksekusi tanah milik pemerintah yang masih ditempati warga.

Dalam siaran pers Jasa Marga, Kamis (12/7/2018) disebutkan, tantangan-tantangan ini berdampak terhadap waktu pengerjaan konstruksi karena lahan hasil pembebasan lokasinya menyebar di sejumlah titik (spot per spot) dari empat seksi sepanjang jalan tol Kunciran-Cengkareng, sehingga akses masuk alat berat ke lokasi sangat terbatas.

Jasa Marga aktif berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang, Banten, sebagai pelaksana pengadaan tanah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Instansi yang memerlukan tanah. Hal itu dimaksudkan untuk segera menyelesaikan pelaksanaan pembebasan tanah, termasuk koordinasi melalui rapat dengan Dirjen Pengadaan Tanah pada  7 Maret 2018 lalu.

“Kami berharap pelaksanaan pengadaan tanah dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat ini, karena target penyelesaian konstruksi pada bulan Februari 2019. Sedangkan masih banyak lokasi pekerjaan struktur yang belum bebas,” kata Edwin.

Jalan Tol Kunciran-Cengkareng terbagi dalam empat seksi pekerjaan, yakni Seksi 1 Simpang Susun (SS) Kunciran – SS Sultan Ageng Tirtayasa sepanjang 2,04 kilometer, Seksi 2 SS Sultan Ageng Tirtayasa – Benteng Betawi sepanjang 3,52 kilometer, Seksi 3 Benteng Betawi – Husein Sastranegara 6,57 kilometer, dan Seksi 4 Husein Sastranegara – Simpang Susun Benda 2,06 kilometer. Total panjang jalan tol kunciran-cengkareng adalah 14,19 kilometer.

Apabila jalan tol Kunciran-Cengkareng telah beroperasi, maka akses jalan tol ke bandara Soetta akan bertambah. Pengguna jalan tol juga memiliki alternatif lain, diluar ruas tol Prof.Ir. Soedijatmo, sehingga arus kendaraan ke bandara Soetta akan terdistribusi.

Dampaknya juga akan mempercepat arus barang dan jasa sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Popi)

 

Baca juga:

Tol Kunciran-Cengkareng Beroperasi Awal 2019

Direncanakan Beroperasi 2019, Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Dikebut

Jalan Tol Solo-Ngawi Siap Dioperasikan

Fahri Hamzah Kritik Pembangunan Jalan Tol dan Bandara

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.