Kamis, 22 Oktober 20

Rektor UGM: Kekayaan Alam Indonesia Belum Dapat Memberikan Kemakmuran

Rektor UGM: Kekayaan Alam Indonesia Belum Dapat Memberikan Kemakmuran
* Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN, Eng. (Foto: Humas UGM)

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum jelas kapan berakhir. Di tengah ancaman pandemi Covid-19) sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) dengan mennggelar upacara secara daring, Senin (17/8/2020).

 

Baca juga:

Perusahaan Kamera Kodak Ditutup, Ganti Jualan Obat Corona

Cegah Covid-19, Kota-kota Ini Larang Merokok!

UGM Selenggarakan Upacara Daring Peringati HUT ke-75 RI

Panut Mulyono Tidak Neko-neko dalam Memimpin

Nikmat Kemerdekaan Indonesia Berkat Rahmat Allah

 

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN, Eng. menyampaikan sambutan secara daring. Ia  mengatakan, berbagai kemajuan dan kesuksesan telah diraih oleh Indonesia hingga usia 75 tahun ini. Kendati demikian masih terdapat tujuan negara yang belum tercapai. Kekayaan alam Indonesia belum dapat memberikan kemakmuran yang berkeadilan dan sistem ekonomi masih menyisakan kesenjangan, terutama pada masa pandemi ini.

Badan Pusat Statistik melansir data per Maret 2020 yakni persentase penduduk miskin sebesar 9.78 persen atau 26,4 juta orang, sedangkan penduduk hampir miskin yang rentan jatuh miskin mencapai 7,45 persen atau 19,9 juta orang.

“Kondisi ini menjadi tantangan yang harus kita sikapi dengan positif sebagai pemacu semangat dan keberanian kita untuk terus memajukan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Panut seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin.

Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak boleh menyia-nyiakan waktu di era persaingan global yang begitu ketat. Bekerja keras bersama tanpa batas menjadi kunci untuk mencapai kemajuan Indonesia yang berkeadilan.

“Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Kita bajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan-lompatan besar,” urainya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.