Sabtu, 11 Juli 20

Panut Mulyono Tidak Neko-neko dalam Memimpin

Panut Mulyono Tidak Neko-neko dalam Memimpin

Jakarta, Obsessionnews.com  –  Dedikasi Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng di kampus almameternya tercinta, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, membuat kariernya semakin bersinar. Pelan tapi pasti Panut menapaki karier dari seorang asisten dosen, kemudian jabatan demi jabatan yang diamanahkan mampu diembannya dengan sangat baik. Hingga pada 2017 lalu ia mendapat amanah menjadi Rektor UGM periode 2017-2022.

 

Baca juga:

Membanggakan! UGM Melesat ke Peringkat 250 Dunia

Ini Harapan Rektor UGM kepada Mahasiswa Baru

Rektor UGM Wisuda 845 Lulusan Pascasarjana

 

Panut menempuh perjalanan panjang hingga berhasil menduduki posisi Rektor UGM. Ia memulai kariernya saat lulus kuliah Jurusan Teknik Kimia UGM pada 1986. Karena aktif menjadi asisten dosen sejak masih menjadi mahasiswa, maka tak sulit bagi dirinya mencari pekerjaan kala itu. Justru dari pihak UGM-lah yang meminangnya untuk bergabung menjadi tenaga pengajar kala itu.

Karena kecintaannya yang besar pada kampus almameternya itulah Panut mengiyakan tawaran tersebut. Difasilitasi untuk melanjutkan jenjang pendidikan hingga S3 di Tokyo, membuat Panut semakin semangat bekerja dan mengabdi pada UGM. Sekitar enam tahun melanjutkan pendidikan di Tokyo Institute of Technology, ia kembali ke UGM. Dari situ, kariernya pun terus meningkat, dari asisten dosen, menjadi dosen, aktif juga di kepengurusan, menjadi wakil dekan, kemudian meningkat menjadi dekan hingga pada 2017 lalu ia terpilih menjadi Rektor UGM untuk periode 2017 – 2022.

Sosok sederhana yang memiliki filosofi hidup ‘ikhlas bekerja untuk memberi manfaat’ ini tidak neko-neko dalam memimpin. Saat diberi amanah menjabat rektor, ia merancang arah kebijakan yang juga sederhana, namun penuh makna. Yang terpenting baginya adalah menjaga kelestarian dan pengembangan nilai-nilai dan jati diri UGM, fokus mengabdi dan melayani, sehingga UGM semakin efektif memproduksi ilmu pengetahuan dan teknologi yang cocok untuk kemajuan bangsa Indonesia dan untuk kepentingan kemanusiaan secara umum.

“Kemudian kita juga ingin mengangkat posisi UGM di kancah internasional karena ketika UGM atau universitas lain dikenal dan mempunyai reputasi tinggi di tingkat internasional, bangsa kita juga akan dikenal, karya-karyanya bisa dibaca dan disumbangkan ke dunia internasional. Namun, harus fokus juga pada kearifan lokal untuk ikut menyelesaikan persoalan-persoalan global,” ungkap Panut kepada Men’s Obsession saat dihubungi via daring beberapa waktu lalu.

Ia berharap bisa membawa reputasi UGM di kancah internasional serta memperbesar kontribusi UGM untuk kemajuan bangsa Indonesia dan masyarakat dunia. Selain itu Panut juga memiliki impian besar, yakni ia ingin Indonesia kelak bisa menjadi negara adidaya teknologi, sehingga ketergantungan terhadap luar negeri bisa dikurangi.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.