Rany Fardiany Dukung Perekonomian Negara Lewat Teknologi

Rany Fardiany Dukung Perekonomian Negara Lewat Teknologi
Obsessionnews.com – Kinerja CEO PT Teknologi Cakra Internasional (TCI) Rany Fardiany memang patut diacungkan jempol. Betapa tidak, di bawah kepemimpinannya, TCI berhasil menoreh berbagai catatan positif. “Pencapaian yang berhasil saya raih tentunya tidak terlepas dari pencapaian PT Teknologi Cakra Internasional. Sepanjang tahun 2022, perusahaan kami telah banyak menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya, kami meluncurkan sebuah aplikasi Point of Sales Makasi POS,” ujar Rany dikutip dari majalah Women’s Obsession, Selasa (2/5/2023). Dia menjelaskan, aplikasi ini disiapkan untuk dapat berkontribusi dalam perekonomian negara dengan mendukung kegiatan penjualan dan pembelian para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai sektor industri yang berlokasi di berbagai kota yang ada di Indonesia hingga ke pelosok negeri. ”Dihadirkannya berbagai fitur ini akan memudahkan para penjual dan pembeli dalam bertransaksi dan memperluas jaringan target pasar mereka ke seluruh Indonesia,” tuturnya. Tidak hanya itu, TCI juga memiliki aplikasi bisnis informasi InterconnectData bekerja sama dengan IDX (Indonesian Stock Exchange) dalam menyediakan data berbagai perusahaan yang sudah IPO (Initial Public Offering) dan sahamnya terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Aplikasi ini juga didukung dua perusahaan multinasional, yakni S&P Global dari Amerika dalam menyediakan data rating perusahaan, penyedia informasi, dan sumber asesmen harga acuan untuk pasar komoditas, energi, petrokimia, logam, dan pertanian, peringkat kredit, penelitian saham (ekuitas), indeks S&P, keuangan, solusi risiko, jasa kepatuhan, evaluasi, layanan data. Dan “Statista” dari Jerman yang menyediakan berbagai data laporan, data statistik dan hasil survei yang disajikan dalam grafik, tabel statistik dan hasil survei ditawarkan dan disajikan dalam grafik, infografis, serta tabel. Selain itu, perusahaan juga telah bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam menciptakan aplikasi community dan marketplace yang nantinya akan mewadahi berbagai kegiatan para anggotanya. Aplikasi tersebut mempermudah jalinan komunikasi dan penyebaran berbagai informasi kepada sesama anggota IWAPI. Selain berkarier di dunia teknologi dengan menciptakan dan mengembangkan berbagai aplikasi, Rany juga membangun sebuah sekolah cyber security. Dia menjelaskan, beberapa tahun lalu dirinya membangun sekolah CyberLab di Bandung, dengan maksud untuk mengumpulkan para anak muda ahli cyber security atau lebih dikenal dengan nama hackers di Indonesia. Dengan tujuan untuk mewadahi mereka mengembangkan keahlian dan kemampuan yang mereka miliki menjadi sesuatu yang positif. Mereka akan diberikan pelatihan mumpuni untuk dapat menyalurkan ilmu pengetahuan mereka menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi orang lain. Yaitu dengan menciptakan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan swasta nasional dan institusi instansi pemerintah yang membutuhkan jasa layanan Cyber Security Training. “Saya menciptakan berbagai program pelatihan dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga ilmu cyber security itu menjadi sebuah hal yang berguna bagi berbagai perusahaan maupun masyarakat luas. Bahkan, beberapa di antara murid yang pernah bersekolah di sini, saat ini telah menjadi tokoh cyber security terkenal di luar negeri,” ucapnya. Mereka juga berkontribusi dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan cyber security dan menerapkan ilmunya untuk hal-hal yang positif. ”Pada tahun 2023 ini, saya membangun IC Academy, yaitu sebuah akademi pelatihan di berbagai bidang ilmu, dikelola di bawah perusahaan PT Teknologi Cakra Internasional. Kami sudah memiliki sertifikasi dari EC-Council untuk pelatihan di bidang Cyber Security,” tambah Rany. Di sisi lain, meski disibukkan dengan pekerjaannya, dia tetap mengutamakan perannya sebagai seorang istri dan ibu. Baginya, memiliki peran ganda sebagai seorang ibu dan perempuan karier yang bekerja adalah pilihan hidup yang dapat dijalankan oleh setiap perempuan. ”Asalkan mereka dapat membagi waktunya dengan baik setiap hari untuk dapat melakukan kedua peran tersebut di rumah maupun di kantor,” pungkasnya. (Poy)