Kemenag, UNDP, dan Kemendikbud Ristek Bahas Strategi Penguatan Berpikir Kritis dalam Kurikulum Merdeka Belajar

Obsessionnews.com - Kementerian Agama (Kemenag), United Nations Development Programs (UNDP) Indonesia, dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membahas strategi penguatan berpikir kritis dalam kurikulum merdeka belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Baca juga:Merdeka Belajar Episode 20, Mendikbudristek Luncurkan Program Praktisi MengajarMenteri Sofyan A. Djalil Luncurkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Direktur PAI Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam Kemenag Amrullah menjelaskan, program Critical dan Creative Thinking (CCT) ini bertujuan mendorong para guru PAI agar mampu mengembangkan stimulus bahan ajar yang bersifat kontradiktif, kontekstual, serta mendorong keingintahuan para siswa. “Harapan saya kepada AGPAII dan UNDP ini bisa berbagi program dan strategi dalam meningkatkan kapasitas guru dan pengawas PAI dalam karier serta kesejahteraannya juga,” kata Amrullah saat berbicara di Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Kemenag Pusat, Senin (6/3/2023), seperti dikutip dari siaran pers Humas Kemenag, Selasa (7/3). Hadir dalam acara ini Ketua Asosiasi Guru PAI (AGPAI), guru SMAN dan SMKN di Bogor, Cibinong, serta Tasikmalaya. National Project Manager UNDP Indonesia Utami Sandyarani mengapresiasi capaian program Project Protec yang dikelola sejak September tahun 2022. Sebab dalam monitoring yang mereka lakukan para guru PAI telah mampu memberikan stimulus kepada siswa didik. Meski demikian perlu ada penguatan lebih agar guru PAI mampu menghubungkan antara modul belajar yang ada dengan isu-isu aktual saat ini. “Ini tantangan yang masih perlu kita diskusikan lagi,” kata Utami. Dalam kesempatan yang sama Kepala Sub Direktorat PAI pada SMA/SMK/SMALB Adib Abdusshomad mengapresiasi strategi CCT ini kompatibel dengan upaya meningkatkan nalar kritis siswa terutama dalam konteks nilai-nilai kebangsaan. “Saya berharap nanti juga ada program yang dapat mendukung strategi ini dengan cara pemberian beasiswa atau lainnya,” kata Adib. Utami menjelaskan, tahun 2017 pihaknya pernah melakukan riset terkait sikap moderat di SMA dan perguruan tinggi. Maka di sinilah pentingnya mendukung program berfikir kritis, kreatif melalui program Project Protect tersebut. (arh)





























