Banjir Parah di Malaysia, 41.000 Warga Dievakuasi

Sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 35 sukarelawan dari seluruh Malaysia sibuk di negara bagian Johor dalam lima hari terakhir, mengoordinasikan upaya untuk mengirimkan makanan, pakaian, dan barang-barang kebersihan pribadi kepada para korban di pusat-pusat bantuan. Salah satu relawan, Mr Raymond Ang, dari Taman Desa di Kuala Lumpur, mengatakan bahwa pada hari Selasa, ia mengemasi tas dan perbekalannya untuk berangkat ke Johor dengan kendaraan roda empat (4WD) setelah melihat situasi yang memburuk. Banjir di Malaysia telah membuat lebih dari 41.000 orang mengungsi pada Sabtu di beberapa negara bagian dengan yang terparah adalah negara bagian Johor, menurut data pemerintah. Dilansir Xinhua, lebih dari 37.000 warga telah dievakuasi ke pusat bantuan banjir di Johor saja sementara negara bagian Pahang, Negeri Sembilan, Malaka di Semenanjung Malaysia memiliki jumlah pengungsi yang lebih sedikit, menurut departemen kesejahteraan sosial. Pada hari Rabu, korban banjir pertama di Johor tercatat setelah seorang pria ditemukan tewas di dalam mobil yang diyakini tersapu air banjir. Sejak itu, dua kematian lagi telah dikonfirmasi oleh petugas polisi yang bertanggung jawab atas distrik Segamat Johor, Ahmad Zamry Marinsah, yang mengatakan para korban lansia ditemukan tewas di rumah mereka. Secara terpisah, Wakil Direktur Jenderal Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Edwin Galan Teruki mengatakan setelah kunjungan ke daerah yang terkena dampak, helikopter dan kapal penyelamat tambahan telah dikirim untuk membantu operasi banjir di Johor. Departemen siap mengerahkan tenaga dan peralatan tambahan jika situasi banjir memburuk secara nasional, tambah Teruki. Sementara itu, departemen meteorologi memperingatkan hujan lebat yang terus berlanjut selama akhir pekan dan mendesak masyarakat untuk memantau peringatannya tentang situasi tersebut. (Red)





























