Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M

Jakarta, obsessionnews.com - Ramadan tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Baca juga:Ini Keuntungan Paket Menginap Ramadan di Swiss-Belhotel Mangga Besar JakartaMasuki Ramadan 1442 H, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Saling Berbagi LagiNikmati Paket Ramadan Kareem di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala. Surat Edaran ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini. "Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," jelas kata Yaqut di Jakarta, Senin (5/4/2021) seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers. Yaqut menjelaskan, Surat Edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang. Berikut ini panduan yang tertuang dalam Surat Edaran No 03 tahun 2021:
- Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;
- Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;
- Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;
- Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:





























