Ancaman! Bungkam Muslim Uighur yang Berani Menentang China

Ancaman! Bungkam Muslim Uighur yang Berani Menentang China
Intimidasi, ancaman, pembunuhan karakter adalah upaya membungkam muslim Uighur yang berani menentang China. Perempuan-perempuan yang bulan lalu mengungkapkan dugaan pemerkosaan dan penganiayaan seksual di kamp-kamp detensi China telah dilecehkan dan reputasi mereka dirusak sejak itu. Kelompok HAM mengatakan serangan-serangan tersebut merupakan taktik yang biasa digunakan oleh China untuk membungkam mereka yang berani berbicara. Qelbinur Sedik sedang membuat sarapan ketika dia mendapat panggilan video, dan nama adik perempuannya di layar membuatnya gugup. Berbulan-bulan telah berlalu sejak mereka berdua bicara. Bahkan, berbulan-bulan telah berlalu sejak Sedik bicara dengan satupun kerabatnya di China. Sedik berada di dapur rumah sementaranya di Belanda, tempat dia tinggal bersama beberapa pengungsi lainnya, kebanyakan dari Afrika. Dua pekan sebelumnya, dia dan tiga perempuan lainnya berbicara kepada BBC untuk cerita tentang dugaan pemerkosaan dan penyiksaan di kamp-kamp detensi rahasia China di wilayah Xinjiang, tempat Sedik bekerja sebagai guru di salah satu kamp tersebut. Sekarang adik perempuannya memanggil. Dia menjawab panggilan itu, namun ketika gambarnya muncul, bukan adiknya yang ada di layar melainkan seorang petugas polisi dari kampung halamannya di Xinjiang. "Kamu sedang apa, Qelbinur?" katanya sambil tersenyum. "Kamu sedang dengan siapa?" Ini bukan pertama kalinya si polisi memanggil Sedik dari ponsel adiknya. Kali ini, Sedik mengambil tangkapan layar (screenshot). Ketika si polisi mendengar suara tangkapan layar itu, dia melepas jaket polisinya, kata Sedik. Perempuan itu mengambil screenshot sekali lagi. (Red) Sumber: BBC News