Letjen Syarwan Baru Wafat, Pernah Dikabarkan Sudah Meninggal 2019

Inaliillahi wainna ilaihi rojiun. Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) H Syarwan Hamid telah wafat pada Kamis (25/3/2021), pukul 3.20 WIB di Rumah Sakit Yudhistira Cimahi, Jabar. Almarhum meninggal dunia karena riwayat sakit jantung. Almarhum pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI hasil Pemilu 1997 dari Fraksi TNI/Polri. Mantan Kapuspen dan Kassospol ABRI (kini TNI) ini lahir di Dusun Pusaka, Siak, 10 November 1943. Syarwan juga dikenal sebagai tokoh gerakan Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya dulu. Sebelumnya, sudah ada berita yang bikin heboh, Syarwan Hamid pernah dikabarkan meninggal dunia pada 2019 lalu. Saat itu, beredar informasi di group-group pertemanan WhatsApp di Riau jika Syarwan Hamid meninggal dunia pada 14 November 2019. Ucapan duka pada 2019 tersebut menyebutkan Syarwan Hamid Meninggal pukul 03.00 WIB dan sudah beredar luas informasi ini di masyarakat. Ketika itu juga, kabar meninggalnya Syarwan Hamid ini dibantah oleh sang istri, Herawati. Informasi itu sangat disayangkan Herawati yang mengatakan informasi tersebut adalah hoaks. Padahal, saat itu Syarwan Hamid dalam kondisi sehat dan sedang perjalanan ke Jogjakarta. "Saya juga banyak ditelepon menanyakan berita pak Syarwan meninggal, beliau sehat-sehat saja Alhamdulillah," sanggah Herawati saat itu. Herawati juga menyayangkan adanya isu tersebut menyebar ke masyarakat dan meminta pada masyarakat untuk cerdas mengolah informasi. "Saya harapkan jangan sampai hoaks seperti ini terus disebar," pinta istri Syarwan ini. Kini, Syarwan Hamid benar-benar wafat pada 25 Maret 2021. Sebelum meninggal, beliau terlihat sudah mengenakan kursi roda. Meski menggunakan kursi roda, Syarwan tetap lantang bersuara saat berorasi beberapa kali di acara-acara panggung demokrasi. Maklum, Syarwan Hamid menjadi Ketua Umum Ormas KUM (Koalisi Umat Madani) yang pernah deklarasi dukungan kepada Prof Dr Amien Rais sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Deklarasi diadakan di Aula RM Al-Jazeera, Polonia, Jakarta Timur, pada 30 Juni 2018 lalu. Pihak KUM menyakini Amien Rais akan bisa memimpin Indonesia menjadi lebih baik. Apalagi, Amien dinilai telah memiliki rekam kepemimpinan di berbagai lini. "Pengalaman beliau sebagai ketua MPR, sebagai ketua partai, ketua Muhammadiyah, kemudian sebagai Dewan Penasihat 212, itu adalah sesuatu yang buktikan bahwa beliau orang yang dipilih oleh sekian banyak orang sebagai pemimpin," kata Syarwan dalam sambutannya saat itu. "Dan Insya Allah dalam kasus korupsi, saya tidak pernah dengar Pak Amien Rais punya kasus itu. Jadi kita sepakat untuk mengusung Pak Amien Rais," tambahnya. (Red)





























