Takjub dengan Amalan adalah Ciri Kemunafikan

Takjub dengan Amalan adalah Ciri Kemunafikan
Untuk orang-orang yang menghabiskan umurnya di majlis-majlis ta'lim.... Untuk orang-orang yang bermujahadah dalam segala bentuk ibadah dan ketaatan.... Untuk orang-orang yang mengisi lembaran-lembaran hidupnya dengan memperbanyak sholat, shaum dan infaq... Janganlah pernah merasa takjub dengan segala kebaikan yang anda lakukan, karena itu ciri-ciri kemunafikan. Untukmu kunukil perkataan Nabimu -shallallahu alaihi wa sallam- : Imam Tirmidzi dan selain nya meriwayatkan dari Aisyah tatkala bertanya pada Rasulullah tentang tafsiran ayat yang artinya : "dan mereka adalah orang-orang yang melakukan apa yang mereka lakukan sementara hati mereka takut karenanya..." Aisyah bertanya : "apakah mereka orang-orang yang bemaksiat meminum khamar dan mencuri, wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab : "tidak, wahai puteri orang yang jujur -abu bakar siddiq- tetapi mereka adalah orang-orang yang rajin berpuasa, sholat dan berinfaq, sementara mereka khawatir jangan-jangan apa yang mereka lakukan tidak diterima (oleh Allah). Maka mereka itulah sebenarnya orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan dan berpacu dalamnya." Berkata Hasan Bashri : “Engkau selalu berkata-kata dengan perkataan orang-orang soleh yang mulia, perkataan ahli ibadah yang tunduk, sementara yang engkau lakukan adalah perbuatan orang-orang fasik yang selalu riya', demi Allah, tidaklah ini ciri-ciri orang yang ikhlas.” Berkata Sufyan as-Tsauri : كل شئ أظهرته من عملي فلا أعده شيئاً ؛ لعجز أمثالنا عن الإخلاص إذا رآه الناس “Semua amalan yang aku tampakkan tidak pernah kuanggap, karena sulitnya ikhlas bagi orang-orang seperti kita ini, ketika amal yg kita lakukan dilihat manusia.” Saya berkata : ”wallahi benar apa yang beliau katakan. Kalaulah orang seperti Beliau merasakan betapa sulitnya ikhlas, apalagi orang-orang seperti kita.." Wallahul musta’an (*/Red)