Mata yang Tak Disentuh Api Neraka

Mata yang Tak Disentuh Api Neraka
Mata adalah salah satu nikmat Allah yang besar kepada hamba-Nya. Akan tetapi perlu kita ingat, bahwa di setiap anggota tubuh kita termasuk mata, akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Sebagaimana firman Allah: ان السمع والبصر والفؤاد كل اولئك كان عنه مسؤولا "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya." Semua akan dimintai pertanggung jawaban, apakah dia amanat dengan apa yang diberikan oleh Allah atau tidak? Apakah dia menggunakan matanya sesuai dengan apa yang Allah perintahkan atau tidak? Tahukah kita.. Ada 2 mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka. كل عين بكت يوم القيامة الا عين بكت من خشية الله و عين باتت تحرس في سبيل الله "Setiap mata pasti menangis dihari kiamat kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dijalan Allah" (HR. At-Tirmidzi) Mata yang menangis karena takut kepada Allah termasuk bukti keimanan. Karena dia takut dengan dosa-dosa dan maksiat yang telah dia lakukan. Maksud mata yang berjaga di jalan Allah pada hadits di atas bukan hanya di dalam perang saja, tetapi seseorang yang tidak tidur untuk menuntut ilmu atau untuk membantu orang muslim yang membutuhkan. Seseorang yang sulit menangis termasuk tanda orang yang celaka. Rasulullah SAW bersabda: من الشقاء اربع : قسوة القلب، وجمود العين، والحرص، وطول الامل "Termasuk dari 4 golongan orang yang celaka: Kerasnya hati, keringnya mata, tamak terhadap dunia dan panjang angan-angan." Kita juga diperintahkan untuk memperbanyak menangis dan menyedikitkan tertawa. Bagaimana kita bisa tertawa, sedangkan kita masih tidak tahu apakah kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah atau tidak? Apakah kita akan masuk surga atau neraka? Semoga kita termasuk orang yang menggunakan matanya untuk meraih ridho Allah dan menjauhi setiap larangan-larangannya. Semoga Allah selalu menjaga mata kita dari hal-hal yang diharamkan, sehingga mata kita bisa melihat wajah mulia Rasulullah SAW. Sumber: Kitab An-Nashoih Diniyah