Ketika Generasi Dididik dengan TikTok

"Hari ini saya menemui sebuah video dua anak yang saya yakini masih dibawah umur 5 tahun, diundang salah satu stasiun televisi karena mereka sudah lihai bergoyang tik-tok. Dengan bangga, mereka menampilkan keduanya berjoget dengan lihainya. Penonton bersorak riuh penuh kegemasan. Miris. Bocah yang seharusnya mendapatkan didikan rasa malu, sekarang dijadikan bahan hiburan. Saya tidak mengenal ibunya, tapi sebagai perempuan, saya malu. Pola asuh orang tua dekade ini, anak hanya dijadikan sebagai media hiburan bahkan kapitalisasi. Menjadikan 'joget' sebagai suatu 'bakat'. Menjadikan dancer sebagai cita-cita, generasi seperti apa yang akan dibangun dengan pola pikir seperti ini? Ibu, adalah peran besar sangat krusial dalam mendidik anak. Dan step pertama untuk mendapatkan anak/ generasi Sholeh dan sholehah adalah dengan memilih siapa ibunya. Dengan mendidik kaum wanita, artinya kita sedang mendidik sebuah peradaban. Ibu yang doyan tik-tok akan melahirkan generasi tik-tok. Rasulullah bersabda, “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” ( HR. Al-Bukhari). Setiap anak dilahirkan fitrah, orangtuanya lah yang menjadikannya menjadi ulama, orangtuanya lah yang menjadikannya seorang pejuang, dan orangtuanya lah jika ia tumbuh kehilangan rasa malu". "Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yg tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.. (QS. At-Tahrim) [66].6). (Red)





























