Para Kades di Karangsambung, Kebumen Curhat Banyak Jalan Rusak

Para Kades di Karangsambung, Kebumen Curhat Banyak Jalan Rusak

Kebumen, Obsessionnews.com - Wilayah utara Kebumen yang mencakup Kecamatan Karangsambung, Karanggayam, dan Sadang masuk dalam daerah yang terisolir karena letaknya berada di pinggiran jauh dari pusat kota, dan berbatasan langsung dengan kebupaten tetangga, yakni Banjarnegara dan Wonosobo.

Karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kota, proses pembangunan di wilayah ini cenderung lamban. Hal inilah yang dirasakan oleh para kepala desa se Kecamatan Karangsambung saat menggelar saresahan bersama Wakil Bupati Kebumen sekaligus Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto.

Dalam pertemuan itu yang juga dihadiri Kepala Dispermades P3A Kebumen, Drs. Frans Haidar MPA dan Camat Karangsambung Nurdin Santoso, kepala desa banyak curhat soal pembangunan infrastruktur yang dianggap lamban, khususnya dalam hal perbaikan jalan milik kabupaten.

Kepala Desa Pujotirto, Giriyanto mengatakan, salah satu alasan mengapa wilayah Kecamatan Karangsambung termasuk penyumbang terbesar kemiskinan di Kebumen karena memang infrastruktur di wilayah utara dirasa sangat minim. Padahal kata dia, pembangunan infrastruktur menjadi modal penting dalam mengangkat perekonomian warga.

"Wilayah Karangsambung masih menjadi penyumbang terbesar kemiskinan di Kebumen. Tentu ini problemnya banyak. Tapi salah satu yang menonjol adalah infrastruktur. Banyak jalan rusak yang bisa menghambat roda perekonomian warga. Terlebih di musim penghujan ini," ujar Giriyanto dalam pertemuan tersebut yang diadakan di Desa Pujotirto, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya, banyak warga yang kesusahan untuk keluar masuk desa karena akses jalan rusak. Khususnya jalan penghubung antar kecamatan. Misalnya jalan yang menghubungkan Desa Pujotirto ke Krajal, Alian. Jalan tersebut kata dia, terlihat sangat rusak dan membahayakan warga.

"Kami berharap persoalan jalan rusak ini bisa cepat mendapat perhatian dari beliau Bapak Arif Sugiyanto selaku bupati Kebumen terpilih sehingga ke depan bisa segara dilakukan perbaikan," ucap Giriyanto.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Desa Plumbon, Agus Mulyono. Ia mengatakan, Karangsambung sejatinya memiliki potensi alam yang begitu indah dan menawan untuk dijadikan destinasi wisata. Namun sayangnya pembangunan infrastruktur di wilayah ini belum memadai. Sehingga pariwisata di sini belum begitu maksimal.

"Yang bisa ditawarkan dari wilayah Karangsambung adalah pesona alamnya yang merupakan daerah pegunungan. Banyak spot-spot indah yang bisa dijadikan pariwisata desa. Begitu juga wisata berbasis agrowisata, tapi potensi ini tidak dibarengi dengan infrastruktur yang memadai," ucapnya.

Ia sendiri merasakan bagaimana jalan kabupaten lintas kecamatan dari Alian, Karangsambung, sampai Sadang yang melawati Desa Plumbon banyak yang rusak. Padahal itu merupakan jalan utama warga setiap harinya dilewati warga yang ingin melintas ke kecamatan lain atau ke pusat kota. Ia turut berharap ke depan bisa dicarikan solusinya.

Sementara itu Kepala Desa Lengse, Gunawan Sugiyanto menambahkan, selain jalak rusak, akses internet atau jaringan telepon seluler di sini juga sangat sulit dijangkau. Menurutnya, banyak orang yang ingin berkujung ke Karangsambung untuk menikmati alamnya yang indah. Namun mereka rata-rata mengeluhkan sinyal handpone yang susah di dapat.

"Jadi selain infrastruktur kami juga punya unek-unek bagaimana agar jaringan internet dan jaringan sinyal handpone di wilayah Kebumen utara diperkuat. Sinyal di sini sangat lemah. Masyarakat banyak menggunakan wifi pribadi di rumah dalam berkomunikasi, untuk itu Karangsambung juga perlu didorong dengan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung proses pembangunan."

Menanggapi hal itu, Arif Sugiyanto menyatakan, tentunya persoalan infrastruktur akan menjadi perhatian dalam proses pembangunan di Kebumen. Ia mengakui infrastruktur menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang perlu segera dibangun dan diperbaiki agar Kebumen menjadi kabupaten yang maju, rakyat makmur.

Namun, nyatanya memang biaya pembangunan Infrastruktur tidak sebanding dengan anggaran yang ada. Karena itu, hal yang akan dilakukan dalam upaya perbaikan jalan ini sementara waktu adalah dengan URC atau Unit Reaksi Cepat, yakni sistem tambal sulam.

Ia pun sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera bisa melakukan upaya perbaikan. "Paling tidak untuk sementara waktu kita upayakan dengan proses tambal sulam. Karena memang anggaran untuk pembangunan jalan tidak sedikit. Dan jumlah biayanya tidak sebanding dengan anggaran yang kita miliki," kata Arif.

Arif juga akan terus melakukan upaya untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar mereka mau ikut membantu membuat program untuk pembangunan di Kebumen. Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBD dalam pembangunan ini sangat sulit, tidak mencukupi.

Karena itu kata Arif, butuh komunikasi dan kerjasama yang baik dengan semua pihak. Baik pemerintah pusat, provinsi ataupun pihak swasta, dan BUMN. "Jadi bagaimana kita bisa menarik mereka untuk membantu Kebumen dengan kerjasama yang baik. Ini yang akan kita upayakan sehingga pembangunan infrastruktur ikut terbantu," tandasnya. (Albar)