Bersiasat di Tengah Pandemi

Oleh: Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, SH, MH, M.Kn, Doktor Ilmu Hukum, Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Notaris, Pegiat Koperasi dan UMKM Pandemi sepertinya masih enggan pergi. Penerapan kebijakan pemerintah dari mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) silih berganti, dengan harapan mempercepat enyahnya pandemi ini. Beberapa ahli mengatakan, bahwa pandemi setidaknya akan hilang dalam kurun waktu empat tahun, tetapi untuk Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia diperkirakan berakhirnya pandemi sampai dengan 10 tahun ke depan, hal ini benar-benar suatu keadaan yang memprihatinkan Pandemi meluluhlantakkan semua lini kehidupan dalam masyarakat. Rontoknya sektor pariwisata ikut andil dalam mempercepat merosotnya perekonomian, dengan melemahnya supporting bisnis seperti penerbangan, hotel, mal, restoran, yang memberikan multiplier effect kepada jenis-jenis pekerjaan penunjang. Tidak hanya pada sektor pariwisata, sektor-sektor lain pun sangat banyak terkena imbas. Konon pandemi mengakibatkan hilangnya 85 juta pekerjaan di dunia, yang berakibat pada berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. PHK menjadi solusi bagi para pengusaha. Lantas apa solusi bagi masyarakat korban PHK? Mencari pekerjaan baru tentunya sama sulitnya, karena pada masa krisis global seperti ini kendala yang dihadapi oleh mayoritas pengusaha adalah sama, yaitu mengurangi tenaga kerja. Halaman selanjutnya Menjadi wirausaha adalah suatu upaya yang bisa dilakukan untuk dapat bertahan di masa pandemic. Dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia seharusnya kebutuhan akan sandang, pangan dalam negeri dapat menjadi pasar tersendiri bagi para pelaku wirausaha atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lantas apa yang harus dilakukan untuk dapat memulai usaha dan bertahan sebagai UMKM di tengah pandemi ini ? Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan : 1.Analisa SWOT Beberapa waktu lalu saya pernah menyampaikan bahwa untuk memajukan produk kerajinan dan pariwisata untuk UMKM dapat mempergunakan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang mungkin timbul pada produk atau dari usaha yang kita jalankan, analisis SWOT ini bisa jadi bekal kita untuk menentukan langkah dan strategi selanjutnya. Tidak hanya untuk pariwisata, tetapi analisa SWOT ini juga dapat diterapkan pada setiap jenis usaha dan produk UMKM agar dapat tepat guna dan tepat sasaran. Halaman selanjutnya
- Inovasi
- Komunitas
- Mengatur Anggaran
- Melek Teknologi





























