Pandemi Covid-19 pun ASN Dituntut Harus Produktif

Makassar, Obsessionnews.com - Organisasi para ASN, Korpri diminta tetap produktif di era pandemi Covid-19. Sebab, menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, apapun situasinya tidak boleh negara dalam keadaan diam. "Mau kondisi perang, kondisi ada wabah penyakit, ada bencana, negara harus selalu hadir. Syukur bagi kita ASN karena cermin negara yang paling tampak itu adalah jajaran birokrasi," ujar Prof. Zudan dalam arahannya pada acara Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (8/2/2021). 
Menurut Ketum Korpri, dalam ketatanegaraan di Indonesia, setelah Presiden dengan keputusan politik bersama DPR RI menetapkan APBN sebesar Rp2.750 triliun. Dan begitu juga ketika Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah menetapkan keputusan politik bersama DPRD dengan APBD Provinsi Sulsel sekarang Rp 10 triliun, pada giliran eksekusinya ada di tangan para ASN. "Bukan lagi di tangan presiden, para menteri, atau para gubernur dan bupati/walikota. ASN lah pemegang kuasa anggaran itu. Jadi seluruh pengurus Korpri tolong ingatkan seluruh ASN saudara-saudara kita karena merah biru hitamnya negara yang mengelola duit negara itu para ASN," kata Ketum Korpri. Zudan tak lupa mengajak para ASN menyadari betul bahwa di pundak mereka terdapat amanah yang sangat mulia. "Ada amanah yang sangat besar dan tidak main-main. Kalau negara ini maju ASN memiliki peran besar. Sebaliknya, kalau negara ini tidak maju-maju ASN juga berperan besar," tutur Zudan yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri. Sekarang terdapat 4,2 juta ASN anggota Korpri. Karena itu Korpri memiliki peran yang sangat strategis dalam ketatanegaraan dan penyelenggaraan pemerintahan. "Saya ingin mengajak para pengurus Korpri mari mensyukuri nikmat ini. Sebab tidak semua orang memiliki kesempatan sebagaimana kita mendapatkan kesempatan ikut bersama mengelola negara," kata Zudan. Tugas Mulia ASN Salah satu tugas mulia ASN adalah menjaga ideologi negara Pancasila dan NKRI. Itu sebabnya Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengajak seluruh jajaran ASN agar tegak lurus dengan membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus membumikan nilai-nilai NKRI. "Bagaimana caranya? Contoh yang sangat sederhana masuk ke ruangan ini saya sudah disapa dengan hangat dan ramah: Assalamu'alaikum watrahmatuillahi wabarakatuh. Itu nilai Pancasila. Selamat pagi, itu doa agar kita selamat di pagi hari," ujar Zudan sebagai Ketum DPKN saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (8/2/2021). Lebih dari itu, Ketum Korpri Nasional ini mendorong kecintaan ASN terhadap Indonesia dengan biaya sangat murah. Sekalgus bagi ASN di Sulsel Zudan mengajak membangun branding Provinsi Sulawesi Selatan dan semua kabupaten kotanya dengan 23 ribu ASN berikut para guru yang ada. "Bagaimana kalau setiap pagi melalui medsosnya masing-masing sharing info keunggulan Provinsi Sulsel lewat Facebook, Instagram. Misalnya cerita makanan yang enak khas sulsel. Kalau 23 ribu ASN di Sulsel menulis di Facebook tentang ragam keunggulan Sulsel, itu akan jadi trending topic. Tulis di twitter dengan tagar #Barongkok," ulas Zudan memberikan contoh konkret. Ini harus dibangun terus bangun terus menjadi sebuah gerakan ASN di Sulsel. "Nanti akan tumbuh kecintaan kita kepada NKRI melalui Sulsel, dan itu tidak berbiaya mahal. Itu tugas kita para ASN, sederhana tetapi mengungkit perubahan yang besar. Dari pada FB dan twitter berisi hujatan caci maki, sekali kali pujilah budaya kita, pujilah ASN yang berprestasi. Pujilah inovasi ASN kita," ujarnya mengeluarkan seruan. Pada bagian lain Zudan mengajak ASN menjadi agen perlawanan terhadap Covid-19. "Alhamdulillah Sulsel telah membuktikan tingkat kesembuhan masyarakat semakin meningkat dan mortality rate nya semakin menurun," kata Zudan. Dirinya mendorong para ASN terus menerapkan protokol kesehatan dengan 5M. "Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan yang kelima ini penting mengurangi mobilitas. Ini akan sangat membantu mengurangi angka penularan Covid 19. ASN harus menjadi sebagai agen perlawanan Covid-19," kata Zudan memungkasi wejangannya. (Red)

Menurut Ketum Korpri, dalam ketatanegaraan di Indonesia, setelah Presiden dengan keputusan politik bersama DPR RI menetapkan APBN sebesar Rp2.750 triliun. Dan begitu juga ketika Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah menetapkan keputusan politik bersama DPRD dengan APBD Provinsi Sulsel sekarang Rp 10 triliun, pada giliran eksekusinya ada di tangan para ASN. "Bukan lagi di tangan presiden, para menteri, atau para gubernur dan bupati/walikota. ASN lah pemegang kuasa anggaran itu. Jadi seluruh pengurus Korpri tolong ingatkan seluruh ASN saudara-saudara kita karena merah biru hitamnya negara yang mengelola duit negara itu para ASN," kata Ketum Korpri. Zudan tak lupa mengajak para ASN menyadari betul bahwa di pundak mereka terdapat amanah yang sangat mulia. "Ada amanah yang sangat besar dan tidak main-main. Kalau negara ini maju ASN memiliki peran besar. Sebaliknya, kalau negara ini tidak maju-maju ASN juga berperan besar," tutur Zudan yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri. Sekarang terdapat 4,2 juta ASN anggota Korpri. Karena itu Korpri memiliki peran yang sangat strategis dalam ketatanegaraan dan penyelenggaraan pemerintahan. "Saya ingin mengajak para pengurus Korpri mari mensyukuri nikmat ini. Sebab tidak semua orang memiliki kesempatan sebagaimana kita mendapatkan kesempatan ikut bersama mengelola negara," kata Zudan. Tugas Mulia ASN Salah satu tugas mulia ASN adalah menjaga ideologi negara Pancasila dan NKRI. Itu sebabnya Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengajak seluruh jajaran ASN agar tegak lurus dengan membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus membumikan nilai-nilai NKRI. "Bagaimana caranya? Contoh yang sangat sederhana masuk ke ruangan ini saya sudah disapa dengan hangat dan ramah: Assalamu'alaikum watrahmatuillahi wabarakatuh. Itu nilai Pancasila. Selamat pagi, itu doa agar kita selamat di pagi hari," ujar Zudan sebagai Ketum DPKN saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (8/2/2021). Lebih dari itu, Ketum Korpri Nasional ini mendorong kecintaan ASN terhadap Indonesia dengan biaya sangat murah. Sekalgus bagi ASN di Sulsel Zudan mengajak membangun branding Provinsi Sulawesi Selatan dan semua kabupaten kotanya dengan 23 ribu ASN berikut para guru yang ada. "Bagaimana kalau setiap pagi melalui medsosnya masing-masing sharing info keunggulan Provinsi Sulsel lewat Facebook, Instagram. Misalnya cerita makanan yang enak khas sulsel. Kalau 23 ribu ASN di Sulsel menulis di Facebook tentang ragam keunggulan Sulsel, itu akan jadi trending topic. Tulis di twitter dengan tagar #Barongkok," ulas Zudan memberikan contoh konkret. Ini harus dibangun terus bangun terus menjadi sebuah gerakan ASN di Sulsel. "Nanti akan tumbuh kecintaan kita kepada NKRI melalui Sulsel, dan itu tidak berbiaya mahal. Itu tugas kita para ASN, sederhana tetapi mengungkit perubahan yang besar. Dari pada FB dan twitter berisi hujatan caci maki, sekali kali pujilah budaya kita, pujilah ASN yang berprestasi. Pujilah inovasi ASN kita," ujarnya mengeluarkan seruan. Pada bagian lain Zudan mengajak ASN menjadi agen perlawanan terhadap Covid-19. "Alhamdulillah Sulsel telah membuktikan tingkat kesembuhan masyarakat semakin meningkat dan mortality rate nya semakin menurun," kata Zudan. Dirinya mendorong para ASN terus menerapkan protokol kesehatan dengan 5M. "Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan yang kelima ini penting mengurangi mobilitas. Ini akan sangat membantu mengurangi angka penularan Covid 19. ASN harus menjadi sebagai agen perlawanan Covid-19," kata Zudan memungkasi wejangannya. (Red) 




























