Bank Mandiri Harus Miliki Strategi Khusus untuk Jaga Laba di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, obsessionnews.com -. Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyoroti lonjakan non-performing loan (NPL) atau kredit macet Bank Mandiri tahun 2020 menjadi 3,29%. Bank Mandiri mencatatkan laba bersih Rp17,119 triliun pada 2020 turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp27,482 triliun di 2019.
Baca juga: PKS Tantang Bank Mandiri dan BNI Kalahkan Rentenir untuk UMKM
"Bank Mandiri harus memiliki strategi khusus untuk menjaga laba di tengah-tengah kondisi ekonomi yang masih terpengaruh oleh pandemi Covid-19,” tegas Anis dalam rapat kerja antara Komisi XI DPR dengan direksi Bank Mandiri dan Bank BNI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).
Halaman selanjutnyaDikutip obsessionews.com dari situs PKS, Jumat (5/2/2021), dalam rapat kerja itu Anis juga memberi catatan untuk direksi BNI, di antaranya mengenai peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang disertai dengan peningkatan kredit yang terjadi pada tahun 2020. BNI mencatat DPK mengalami peningkatan dari Rp614 triliun pada 2019 menjadi Rp679 trillun pada 2020.
“Hal ini dapat menunjukan kinerja yang positif oleh BNI selama pandemi,” kata Anis.
Namun, total kredit yang mengalami peningkatan 5,3 persen dari Rp557 triliun menjadi Rp 586 triliun di tahun 2020 selama pandemi, mesti diwaspadai tingkat kesehatannya.
“Peningkatan total kredit ini harus tetap diwaspadai. Walaupun di sisi lain ketika terjadi krisis bank menahan penyaluran kredit, dapat memperburuk perbaikan ekonomi (kontra siklikal), namun jangan sampai terjadi kredit macet dalam proses selanjutnya,” ujar Anis. (arh)





























