Biden akan Batalkan Sejumlah Kebijakan Presiden Trump

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan akan memulai tugasnya dengan mengembalikan keanggotaan AS di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris. Seperti dilansir AFP, para asisten Biden pada Rabu (20/1/2021), mengatakan Presiden Biden akan menandatangani 17 perintah eksekutif hanya beberapa jam setelah dilantik dan mengambil pendekatan baru dalam masalah imigran, lingkungan hidup, penanganan virus Corona, dan ekonomi. Menurut mereka, agenda utama Biden setelah dilantik adalah mencabut larangan warga Muslim dari memasuki AS yang diberlakukan Trump serta menghentikan pembangunan tembok pembatas antara Amerika dan Meksiko. Trump mengambil sejumlah tindakan kontroversial dalam empat tahun terakhir. Dia menarik AS dari beberapa perjanjian internasional, termasuk Perjanjian Iklim Paris dan kesepakatan nuklir JCPOA. Trump juga membatalkan keanggotaan AS dari beberapa organisasi internasional dan meluncurkan perang ekonomi dengan negara lain seperti Cina. Dia bahkan mengambil tindakan untuk melawan aliansi ekonomi multilateral dan regional. Sebanyak 20.000 anggota pasukan Garda Nasional Amerika Serikat disiapkan untuk menjaga keamanan di Washington menjelang pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden ke-46 dan Wapres ke-49 pada 20 Januari 2021. Pengerahan pasukan dengan jumlah besar dilakukan setelah ribuan pendukung Donald Trump menyerbu Kongres AS untuk menghentikan sertifikasi akhir dari kemenangan pemilu Joe Biden, yang menewaskan seorang petugas polisi dan empat pengunjuk rasa pada 6 Januari lalu. Menurut laporan Reuters, 14 Januari 2021, jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan sekitar 8.000 tentara Garda Nasional untuk menjaga keamanan pada pelantikan Trump tahun 2016. Penempatan pasukan Garda Nasional berujuan mengamankan kota sebelum pelantikan Biden dan Kamala Harris. Pagar keamanan baru juga dipasang di area gedung Capitol. (ParsToday/Red)





























