Zikir adalah Penyelamat Terkuat dari Azab

Beberapa bacaan zikir diantaranya istigfar, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Ternyata salah satu diantara bacaan zikir itu merupakan kalimat sederhana penangkal azab. Setiap harinya dosa kian bertambah, dan tantangan hidup juga semakin bervariasi. sebagai umat Islam, salah satu cara menghadapi tersebut adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT lewat berzikir. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 152 yang berarti: “Berdzikirlah (ingatlah) kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu.” (QS Al-Baqarah;152). Selanjutnya Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. (Al-Ahzaab/33 :41) YBarangsiapa yang berpaling dari dzikir (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az Zukhruf/43 :36) hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’du/13 : 28) Allâh Azza wa Jalla juga berfirman: وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Ahzâb/33:35) Berikut 7 manfaat zikir yang dilakukan setiap hari bagi jiwa: 1. Dilancarkan Rezekinya. 2. Menghilangkan Perasaan Gundah. 3. Menjauhkan Diri Dari Godaan Jin. 4. Hidupnya Diliputi Banyak Kebaikan 5. Dapat Mengontrol Emosi Dalam Diri. 6. Mendapat Kebahagian Setelah Mati. 7. Dapat Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT. Dzikir Laksana Ruh : عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dia berkata;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” (HR Bukhari 5928) (Red)





























