Dubes Arab Saudi Dapat Hadiah Kitab Al-Ibriz dari Menag

Jakarta, obsessionnews.com - Duta Besar (Dubes) Arab Saudi Esam Abid Althagafi mendapat hadiah dua set Kitab Tafsir Al-Ibriz dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Hadiah ini diberikan Menag usai menerima kunjungan Althagafi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/1/2021). Baca juga:Arab Saudi Sampai Kini Belum Beri Informasi Resmi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021Arab Saudi Izinkan Shalat Lima Waktu di Masjidil HaramKemenag Pastikan Arab Saudi Bukan Minta Penundaan Haji 2020, Tapi Menunda Pelaksanaan Kontrak Layanan "Ini yang menulis kakek saya. Jadi tafsir Al-Ibriz ini dipakai pada banyak pesantren di Indonesia. Dan alhamdulillah ini yang menulis kakek saya," ujar Menag. Dikutip obsessionnews.com dari situs Kementerian Agama, Selasa (12/1), dalam kesempatan itu Dubes Althagafi mengucapkan rasa terima kasihnya usai menerima hadiah dari Menag, yang terdiri dari satu Kitab Tafsir al-Ibriz berbahasa Indonesia, dan satu set kitab yang sama dalam bahasa Jawa. Yaqut mengungkapkan, kedatangan duta besar senior seperti Esam Abid Althagafi merupakan sebuah kehormatan besar baginya. "Saya sebagai orang yang masih muda, merasa terhormat karena Yang Mulia Duta Besar bersedia hadir di Kantor Kementerian Agama. Semoga Yang Mulia berkenan dengan hadiah ini," tutur Menag. Kitab Tafsir al-Ibriz li Ma’rifati al-Qur’an al-‘Aziz merupakan karya yang ditulis KH Bisri Musthofa, pendiri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang yang juga merupakan kakek Yaqut. KH Bisri Mustofa adalah salah satu ahli tafsir berpengaruh di Nusantara. Penulisan tafsir al-Ibriz konon diawali karena kesadarannya, bahwa sebelumnya telah terdapat banyak terjemahan Al-Qur'an dalam berbagai bahasa. Seperti bahasa Belanda, Inggris, Jerman, dan bahasa Indonesia. Bahkan juga diterjemahkan menggunakan bahasa daerah, seperti bahasa Sunda dan Jawa. Tujuannya adalah adalah agar umat Islam dari berbagai penjuru menjadi paham dengan makna yang terkandung dalam Al-Qur'an. Karena kesadaran tersebut KH Bisri Mustofa pun menulis Kitab Tafsir Al-Ibriz dengan menggunakan bahasa Jawa aksara Arab pegon. Dia menulis kitab tersebut selama kurang lebih empat tahun mulai 1957 - 1960 di Rembang, Jawa Tengah. (arh)





























