Makin Meluas Seruan Agar Presiden Trump Dilengserkan!

Seruan agar Presiden Anwrika Serikat (AS) Donald Trump segera dilengserkan dari jabatannya, semakin meluas, setelah satu polisi dan empat warga sipil tewas dalam penyerbuan Gedung Capitol. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mendesak Wakil Presiden Mike Pence memberlakukan amandemen Konstitusi ke-25 untuk menyatakan bahwa Donald Trump tak lagi layak menjabat sebagai presiden. Alternatif lain, katanya, ia bertekad untuk memulai proses memakzulkan Presiden Trump. Politisi Partai Demokrat yang memimpin Senat, Chuck Schumer, mendesak Wapres Pence dan anggota kabinet untuk melengserkan Trump karena "telah memicu pemberontakan". Dalam pernyataan bersama, Pelosi dan Schumer mengatakan "tindakan Presiden yang berbahaya dan yang menghasut bisa menjadi dasar untuk menhentikannya dari jabatan presiden". Amandemen ke-25 bisa dipakai untuk melengserkan Trump jika didukung oleh Pence dan setidaknya delapan anggota kabinet. Sejumlah pihak memperkirakan, sejauh ini langkah itu kecil kemungkinannya terjadi. Presiden Trump akan mengakhiri jabatan pada 20 Januari, ketika presiden terpilih Joe Biden dilantik. Pihak Demokrat perlu dukungan dari Partai Republik untuk mengamankan dua pertiga mayoritas yang diperlukan di Senat untuk menghukum Trump berdasarkan pasal pemakzulan dalam konstitusi, dan kemungkinan tidak akan mendapatkan jumlah dukungan yang diperlukan tersebut. Tekanan yang besar terhadap Trump terjadi setelah penyerbuan Gedung Capitol di Washington DC, ketika para anggota Kongres menggelar sidang untuk mengesahkan kemenangan Biden di pemilihan presiden. Dalam insiden ini, satu anggota polisi dan empat warga sipil tewas. Setidaknya 68 orang ditangkap. Pihak berwenang mengatakan, anggota polisi bernama Brian Sicknick tersebut meninggal dunia akibat luka-luka yang ia alami saat terlibat kontak fisik dengan para demonstran pendukung Trump di Gedung Capitol. Setelah insiden yang digambarkan "salah satu hari paling kelam dalam sejarah Amerika", Trump menyatakan dirinya berkomitmen memastikan transisi kekuasaan yang damai. Melalui pernyataan melalui Twitter, setelah akunnya digembok selama 12 jam oleh perusahaan media sosial tersebut, Trump menyebut para perusuh melakukan "serangan keji". "Kini setelah Kongres mengesahkan hasil, pemerintahan baru akan dilantik pada 20 Januari. "Fokus saya sekarang adalah memastikan transisi kekuasaan berjalan mulis, tertib, dan tiada cela. Ini saatnya untuk pemulihan dan rekonsiliasi." Dalam tulisannya, Trump juga memuji "para pendukung yang menakjubkan" dan berjanji "perjalanan luar biasa kita hanyalah sebuah permulaan". (Red) Sumber: BBC News





























