Kenapa Pendukung Trump Bisa Bobol Gedung Parlemen AS?

Kenapa Pendukung Trump Bisa Bobol Gedung Parlemen AS?
Aksi massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil melakukan penyerbuan Gedung Capitol (gedung parlemen AS). Mengapa sistem keamanan gagal mencegah para perusuh pendukung Presiden Trump? Tindakan penyerbuaan dan perusakan Gedung Capitol, di Washington DC, pada Rabu (6/1/2021), menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana mungkin pelanggaran keamanan yang masif bisa terjadi di jantung pemerintahan AS yang dijaga sekitar 2.000 personel polisi? Banyak yang beranggapan itu tidak mungkin. Namun faktanya, ribuan pendukung pro-Trump memaksa masuk ke dalam salah satu bangunan paling penting secara historis dan politik di negara itu, terutama di saat anggota parlemen terpilih sedang berkumpul untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden di pemilihan presiden. Foto-foto dan rekaman menunjukkan bagaimana massa berkeliaran di dalam. Puluhan pendukung Trump terlihat mengambil foto dan melakukan siaran langsung aksi mereka sambil melakukan penjarahan dan perusakan simbol demokrasi AS. Saat kejadian itu disiarkan secara daring melalui sosial media dan jaringan berita di seluruh dunia, muncul pertanyaan, di mana, bagaimana kesiapan dan respons Kepolisian Capitol AS - terdiri dari sekitar 2.000 petugas yang tugasnya melindung gedung dan pekarangannya? Tindakan pelanggaran itu menyebabkan beberapa anggota parlemen terpaksa berlindung di lantai sebelum dievakuasi ke tempat aman dengan mengenakan masker gas. Kemudian butuh waktu berjam-jam untuk membersihkan kompleks dari para perusuh dan dinyatakan aman. Dan terlepas dari tingkat keparahan dan skala kekacauan yang ditimbulkan oleh massa, ternyata relatif sedikit penangkapan para perusuh yang dilakukan pada Rabu malam. https://youtu.be/snul8T0fyGM Dugaan kegagalan keamanan Kritikan yang muncul berpusat pada tuduhan kurangnya kesiapan para petugas dalam menjaga keamanan melihat besarnya skala pelanggaran yang tak terbantahkan pada Rabu kemarin. Hal itu ditunjukkan dalam video-video di media sosial yang memperlihatkan barisan polisi yang lemah dapat dengan cepat dijebol dan dibanjiri oleh kerumunan. Beberapa dari polisi mengenakan pelindung besi, mengacungkan senjata dan semprotan kimia. Bahkan dalam satu video yang viral tampak polisi di satu lokasi membuka penghalang yang memungkinkan pendukung pro-Trump untuk berdatangan masuk ke gedung. Berjam-jam setelah kekerasan, beberapa pengunjuk rasa difilmkan sedang dikawal atau dipandu keluar gedung tanpa penangkapan - bahkan tampak dibantu menuruni tangga Capitol dan pintu dibiarkan terbuka bagi mereka untuk keluar. https://youtu.be/fG95LAqazt4 Klip viral lainnya menunjukkan seorang petugas polisi berpose untuk selfie dengan seorang pria di dalam gedung. Nick Ochs, anggota terkenal dari kelompok sayap kanan Proud Boys, men-twit selfie dirinya di dalam dan kemudian mengatakan kepada CNN, "Ada ribuan orang di sana - mereka tidak bisa mengendalikan situasi. Saya tidak dihentikan atau ditanya." (Red) Sumber: BBC News