Dituduh Subversi, Para Aktivis dan Politisi Ditangkap Rezim China

Para aktivis dan politisi pro-demokrasi Hong Kong ditangkap dengan tuduhan subversi oleh rezim China dengan UU keamanan nasional sepihak yang kontroversial. Rezim China di Hong Kong menangkap puluhan aktivis dan politisi pro-demokrasi, menuduh mereka berusaha "menggulingkan" pemerintah kota, Rabu (6/1/2021). Mereka yang ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan baru yang kontroversial itu terlibat dalam pemungutan suara tidak resmi untuk memilih kandidat oposisi atau disebut pemilihan pendahuluan (primaries) menjelang pemilihan umum 2020 yang ditunda. Sekretaris keamanan Hong Kong mengatakan tindakan mereka termasuk dalam "subversif". Penangkapan tersebut merupakan tindakan keras terbesar yang dilakukan pemerintah sejak diberlakukannya undang-undang tersebut. Beijing- pemerintah China- yang memberlakukan undang-undang keamanan di wilayah semi-otonom itu pada bulan Juni tahun lalu, mengatakan perlu untuk membatasi tindakan protes dari pro-demokrasi yang terjadi dalam waktu lama dan terkadang disertai kekerasan. Tetapi tindakan keras pada hari Rabu itu tampaknya mengkonfirmasi ketakutan banyak orang atas jangkauan hukum UU keamanan. Amnesty International mengatakan penangkapan itu merupakan "pertunjukan paling kejam tentang bagaimana undang-undang keamanan nasional telah dipersenjatai untuk menghukum siapa pun yang berani menantang pembentukan". Apa yang terjadi pada hari Rabu? Dini hari, polisi mulai menindak tokoh-tokoh oposisi Hong Kong. 53 orang ditangkap Sekitar 1.000 petugas keamanan nasional dikerahkan Polisi menggeledah rumah aktivis Joshua Wong yang sudah ditahan Polisi menggeledah kantor firma hukum Ho Tse Wai & Partners Tiga outlet berita diminta keterangan: Apple Daily dan Stand News mengorganisir bersama forum pemilihan untuk kandidat utama, sementara In-Media memasang iklan di sekitar pemilihan pendahuluan Di antara mereka yang ditangkap diperkirakan adalah tiga anggota Partai Sipil, tujuh anggota Partai Demokrat, 21 anggota dewan oposisi, 13 kandidat pemilihan pendahuluan, dua akademisi di balik strategi pemilihan pendahuluan, dan satu warga negara AS dan pengacara hak asasi manusia dari penggerebekan firma hukum. Kemudian, tokoh oposisi terkenal yang ditahan yaitu James To, Lam Cheuk Ting, Lester Shum dan Benny Tai, salah satu penggagas pemilihan pendahuluan. Pengacara AS adalah John Clancey, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Asia. Beberapa jam setelah penangkapan yang berlangsung subuh, Sekretaris Keamanan Hong Kong, John Lee membenarkan bahwa sekelompok orang telah ditangkap karena dicurigai terlibat dalam operasi "menggulingkan" pemerintah kota. Pemerintah tidak akan mentolerir tindakan "subversif", katanya, berbicara di Dewan Legislatif kota. (Red) Sumber: BBC News





























