Hati-hati Diajak dalam Dosa Kecil

Jika setan gagal menjerumuskan dalam dosa besar, setan akan mengajak pada dosa kecil. Dosa kecil ini juga berbahaya. إِيَّاكُمْ وَمُحَقِّرَاتِ الذُّنُوْبِ كَقَوْمِ نَزَلُوْا فِي بَطْنِ وَادٍ فَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ وَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ حَتَّى انْضَجُوْا خُبْزَتَهُمْ وَإِنَّ مُحَقِّرَاتِ الذُّنُوْبِ مَتَى يُؤْخَذُ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكُهُ “Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (Karena perumpamaan hal tersebut adalah) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah, lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika akan diambil pemiliknya, maka ia akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5: 331, no. 22860). Maksud hadits, jika dosa kecil terus menumpuk dan tidak terhapus, maka dosa kecil akan membinasakan dirinya. Di sini tidak disebutkan dosa besar karena jarang terjadi di masa silam dan dosa besar memang benar-benar dijaga agar tidak terjerumus di dalamnya. Imam Al-Ghazali menyebutkan, dosa kecil lama-lama bisa menjadi besar karena: 1- menganggap remeh dosa kecil tersebut, 2- terus menerus dalam berbuat dosa. Karena ingatlah yang namanya dosa ketika seseorang menganggap itu begitu besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, ketika dosa itu dianggap remeh, maka menjadi besar di sisi Allah. Mayoritas dosa manusia itu berasal dari lisannya Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam al-Mu'jam al-Kabir, - Termasuk lisan adalah tulisan. - Lisan adalah anggota badan yang paling banyak beraktivitas. Lisan itu kecil ukurannya namun besar kejahatannya. Sebagaimana lisan kita adalah sumber utama dosa, jari kita pun punya kontribusi dosa yang sangat besar. Hati-hati dan timbang baik-baik sebelum menggunakan lisan. Hati-hati dan timbang baik-baik sebelum menggunakan jari saat pegang gadget. Kendalikan syahwat berbicara baik dengan lisan ataupun dengan tulisan. Cukupkan diri dengan komentar dan update status yang bermanfaat. Semoga Allah mudahkan penulis dan semua pembaca tulisan ini untuk jadi orang-orang yang selamat di akherat dari dosa karena lisan dan gadget. (Red)





























