Bahas Anggaran, Arif Sugiyanto: Kita Tidak Ingin Uang Rakyat Dirampok

Kebumen, Obsessionnews.com - Dalam debat sesi ke II calon bupati dan wakil bupati Kebumen yang diselenggarakan oleh KPU, banyak pertanyaan menarik yang diajukan panelis kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih atau Arif-Rista.
Salah satunya menyangkut persoalan anggaran. Panelis awalnya menyebut bahwa APBD Kebumen hanya 2,7 Triliun. Dari penggelolaan anggaran itu, ternyata ekonomi Kebumen saat ini minus 1,5 persen, sedangkan kemiskinan naik dari 16,9 persen menjadi 17,9 Persen.
Diperkirakan dalam empat tahun ke depan APBD Kebumen tidak akan naik hanya berkisar Rp 2,7 Triliun. Dana tersebut setengahnya lebih sudah dipakai untuk membayar gaji dan fasilitas anggota dewan, serta PNS. Belum lagi ditambah anggaran untuk DAK dan operasional.
Dari total APBD itu, panelis menyebut anggaran Kebumen efektif hanya menyisakan Rp 450 miliar. Di tengah keterbatasan anggaran itu, muncul pertanyaan bagaimana paslon Arif-Rista menggunakan dana yang sedikit dan terbatas itu untuk mengatasi kemiskinan dan peningkatan ekonomi Kebumen?
Arif membenarkan bahwa APBD Kebumen memang terbatas hanya Rp 2,7 Triliun. Anggaran yang terbatas itu banyak dikeluarkan untuk kebutuhan pokok seperti yang telah disampaikan. Karena itu Arif menyatakan, efisiensi dari setiap penggunaan anggaran harus dicek betul. Ia pun mencanangkan program Festival Anggaran.
Dengan Festival Anggaran itu, Arif ingin mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan dan ikut serta dalam proses pembangunan. "Anggaran yang digunakan ini harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Dengan cara good goverment sebagai misi yang pertama," ujar Arif, saat debat di Hotel Mexolie, Sabtu (5/12/2020).
Menciptakan pemerintahan yang bersih menjadi visi pertama yang akan dibenahi oleh Paslon Arif-Rista. Arif menyatakan tidak ingin sedikitpun uang rakyat dirampok. "Anggaran di Kebumen harus dipertanggungjawabkan. Tujuannya agar tidak ada yang merampok sedikit pun dari anggaran tersebut," jelasnya.
Arif menyatakan, ketika birokrasi menjalankan pelaksanaan kegiatan, maka harus dicek lagi apakah outputnya jelas dan bisa teruji atau terukur. "Harus ada maskotnya dalam setiap kegiatan. Jangan sampai kegiatan hanya untuk sekedar menyelesaikan laporan pertangungjawaban," tutur Arif.
Menurut Arif, anggaran Kebumen akan digunakan untuk program yang esensial yang bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Anggaran yang tepat guna. Menyentuh pada program ensensial, yakni pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan ekonomi. (Albar)





























