Kemenperin Fasilitasi AMMDes Tekan Penyebaran Virus Corona

Kemenperin Fasilitasi AMMDes Tekan Penyebaran Virus Corona

Jakarta, Obsessionnews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) menggelar kegiatan untuk menekan penyebaran virus corona baru melalui pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Langkah ini merupakan bentuk respons dari berbagai permintaan mengenai upaya sterilisasi guna mencegah wabah Covid-19 di sejumlah wilayah.

Baca juga:

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, KMWI Produksi AMMDes Penyemprot Disinfektan

Kemenperin Apresiasi Puskesmas Bojongmanik yang Manfaatkan AMMDes Cegah Korona

“Kami akan memberikan fasilitasi kepada daerah-daerah yang membutuhkan peran AMMDes penyemprot disinfektan. Ini adalah wujud nyata dari kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku industri dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier di Jakarta seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Minggu (29/11/2020).

Halaman selanjutnya

Taufiek menjelaskan, aspek kesehatan merupakan faktor penting sebagai penopang produktivitas masyarakat. Oleh karena itu aktivitas ekonomi harus jalan beriringan dengan upaya mematuhi aturan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami memang berkomitmen menjaga aktivitas ekonomi bisa berjalan di tengah masa pandemi ini, termasuk kegiatan di sektor industri, karena fungsi esensialnya dalam memproduksi beragam produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Taufiek optimistis apabila masyarakat tetap produktif dan pelaku industri bisa menjalankan usahanya dengan baik selama masa pandemi akan mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional sehingga tidak terjadi krisis.

“Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan signifikan sektor industri yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti industri makanan, dilanjutkan industri yang memproduksi alat-alat rumah tangga, dan kini industri lainnya seperti kendaraan bermotor juga mulai mengalami peningkatan penjualan,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya

Kinerja industri yang mulai menggeliat secara bertahap ini menunjukkan sinyal positif karena akan menjadi pemicu pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami yakin AMMDes ini mampu berperan dalam upaya mencapai sasaran tersebut,” imbuhnya.

AMMDes water tank yang dialihfungsikan menjadi alat penyemprot cairan disinfektan itu dilengkapi dengan tangki berkapasitas 600 liter. Kali ini, pada tahap pertama, wilayah yang disterilisasi mencakup enam rukun warga (RW) dari target seluruhnya mencapai 13 RW di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Sementara itu Lurah Cimanggis Iqbal Faroid menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenperin dan KMWI yang sudah hadir langsung di wilayahnya dalam upaya penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

“Berdasarkan hasil diskusi, dari 22 RW di lingkungan kami, sebanyak 13 RW yang akan disterilisasi dengan jumlah 27.000 penduduk. Kami sudah lakukan di 6 RW,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya

Iqbal berharap langkah sinergi ini bisa berlanjut dengan program lain. Misalnya, pemanfaatan AMMDes untuk aplikasi ambulance feeder.

“Kami kan sudah bentuk gugus tugas, setiap RW punya kampung siaga penangangan Covid-19. Jadi, apabila ada warga kami yang terpapar, bisa juga pakai AMMDes, karena kami lihat ukurannya yang sangat efektif untuk di jalan perkampungan,” terangnya.

Iqbal juga percaya, jika seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi dengan baik, maka penanganan Covid-19 di Indonesia bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Salah satunya diwujudkan Kemenperin dan KMWI ini, yang kami apresiasi. Semoga pihak lain juga bisa berkontribusi. Karena di masa pandemi saat ini, kami masih membutuhkan bantuan seperti pemberian masker dan bahan makanan,” imbuhnya.

Heru Prastowo selaku Ketua RW 14 Kelurahan Mekarsari juga ingin Kemenperin dan KMWI rutin melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya.

“Ternyata fungsi AMMDes ini sangat membantu, sehingga tugas kami pun menjadi lebih mudah. Kalau bisa sterilisasi ini intensif selama dua bulan sekali. Jadi warga kami yang sekitar 3.000 jiwa bisa lebih merasakan manfaatnya,” ucapnya. (arh)