Presiden Peru Mundur Usai 5 Hari Menjabat

Presiden Peru Mundur Usai 5 Hari Menjabat
Presiden Peru, Manuel Merino, Minggu malam (15/11/2920), mengundurkan diri selepas baru lima hari memegang jabatan presiden. Pengunduran ini merupakan buntut dari kemarahan warga atas dua kematian pada unjuk rasa beberapa minggu lalu karena pemecatan mendadak pendahulunya Martin Vizcarra. Merino, 59, lengser dari jabatan presiden setelah sidang Kongres/parlemen mengultimatum paksa meletakkan jabatan atau terus mendapat tekanan kecaman. "Saya ingin memberitahu seluruh negara bahwa saya meletakkan jabatan," kata Merino. https://youtu.be/gHguC2OVP_4 Seperti dilansir Reuters, Ketua Kongres Peru Luis Valdez mengatakan semua partai politik telah setuju Merino mundur. Jika dia menolak, menurutnya, anggota parlemen akan meluncurkan proses impeachment kepada presiden Peru itu. Warga Peru bersorak sorai merayakan kemunduran sang Presiden. Aksi massa pun turun ke jalan dengan mengibarkan bendera semvari menyanyikan lagu kebangsaan. “Merino sudah mengundurkan diri karena tangannya berlumuran darah, dengan darah anak-anak kita,” kata salah seorang pendemo Clarisa Gomez, dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2020). https://youtu.be/tv8NOTW2Bsc Di ibu kota Peru, Lima, rakyat menunggu keputusan tentang siapa yang akan menjadi presiden berikutnya. Kongres diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara ulang setelah pemungutan suara sebelumnya gagal menelurkan dukungan untuk anggota parlemen sayap kiri dan pembela hak asasi manusia Rocio Silva-Santisteban sebagai presiden sementara. Sebelumnya, Ombudsnan Peru mengatakan dua pengunjuk rasa muda tewas dalam bentrokan. Sementara lembaga medis negara EsSalud membenarkan bahwa dua pria telah tewas karena luka tembak. Koordinator Nasional Hak Asasi Manusia Peru mengatakan setidaknya 112 orang terluka, beberapa karena menghirup gas air mata, dan 41 orang hilang. Sedikitnya sembilan orang mengalami luka tembak, kata pejabat kesehatan. https://youtu.be/-cJXXfAEiSc Senin pekan lalu, kongres yang didominasi oposisi memutuskan untuk memberhentikan pendahulu Merino, Martin Vizcarra sebagai presiden, atas tuduhan suap. Melalui konferensi pers di rumahnya pekan lalu, Vizcarra membantah semua tuduhan suap itu. Ia memperingatkan rakyat Peru untuk tidak membiarkan anggota parlemen sekali lagi menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Peru berikutnya. Pemecatan ini berbuntut panjang, dengan demonstrasi yang rusuh terjadi di seantero negara tersebut. (*/Red)