Anwar Ibrahim Klaim Telah Gulingkan PM Malaysia!

Politik Malaysia panas! Tokoh oposisi Anwar Ibrahim mengklaim pemerintahan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin telah jatuh akibat digulingkan/ditumbangkan oleh pihaknya. Anwar Ibrahim yang juga pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR) ini mengklaim telah menjatuhkan pemerintahan PM Malaysia pengganti Mahathir tersebut. Hal itu dia utarakan dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/9/2020) siang. Anwar Ibrahim mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas anggota parlemen Malaysia. "Dengan sokongan mayoritas kukuh dan meyakinkan, bermakna saat ini kerajaan (pemerintahan PM Malaysia) pimpinan Tan Sri Muhyiddin Yassin telah jatuh," tegasnya. "Alhamdulillah, kini saya telah mendapat sokongan yang kukuh dan meyakinkan dari anggota-anggota parlemen untuk saya persembahkan kepada Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Agung," kata Anwar Ibrahim merujuk gelar raja Malaysia. https://youtu.be/0HN2Z5DJRns Namun dia menolak menyebutkan siapa saja anggota parlemen yang mendukungnya. Anwar Ibrahim mengatakan dirinya tidak bicara empat, lima, atau enam orang. "Lebih banyak dari itu." Apakah dua pertiga dari seluruh anggota parlemen? "Mendekati," jawabnya. Ditanya apakah ada anggota parlemen dari UMNO yang mendukung, Anwar mengelak. "Saya mendapat daftar ada anggota-anggota parlemen dari berbagai partai. Saya pikir untuk saya umumkan ini, biar mereka menyusul dengan pandangan mereka. Saya ada dokumen tetap, tidak harus diragukan. Kalau tidak, saya tidak lakukan jumpa pers ini." Anwar kemudian menyatakan telah berusaha bertemu Sri Paduka Yang Dipertuan Agung pada Selasa (22/09), pukul 11 pagi, namun "ditangguhkan" karena yang bersangkutan sakit. "Saya diperkenankan menghadap Sri Baginda Paduka Yang Dipertuang Agung, Selasa 21 September jam 11 pagi. Tapi terpaksa ditangguhkan karena Yang Baginda kini menerima rawatan di Institut Jantung Negara," ungkapnya. "Jumlah [dukungan] hanya akan saya ungkap, setelah saya informasikan Yang Dipertuan Agung. Yang Dipertuan Agung harus menjadi orang pertama yang mendapat informasi mengenai rinciannya." (Red) Sumber: BBC News




























