Posisi Tengkurap Sujud Bisa Atasi Covid-19

Masya Allah, subhanallah, posisi tengkurap sujud sangat dibutuhkan bagi penderita pandemik konspirasi virus Corona (Covid-19) saat darurat sulit bernafas, dan keterbatasan alat bantu nafas. Posisi sujud mengeluarkan tumpukan cairan kental di bawah paru-paru, melancarkan proses pernafasan ke seluruh tubuh dan sirkulasi darah, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Bersyukur dan beruntunglah kita sebagai Muslim yang diperintahkan menunaikan Sholat 5 waktu dan Sholat Sunnah lainnya. https://youtu.be/yIr2t5cpVdw Beberapa orang mungkin mulai panik saat mengalami gejala flu, hidung tersumbat, batuk, atau sakit tenggorokan selama masa pandemi Covid-19 ini. Bagaimana tidak, sebagian orang merasa ketakutan tertular virus corona jika melihat orang bersin atau batuk di kerumunan. Hal inilah yang membuat beberapa orang mencari cara untuk melegakan sistem pernapasan. Namun tahukah, ada cara termurah untuk melegakan sistem pernapasan tanpa olahraga berlebih. Seorang dokter bernama Andi Khomeini Takdir menyebutkan cara terbaik untuk meringankan gejala Covid-19. Melalui unggahan di akun Twitter-nya, Andi menyarankan agar pasien Covid-19 tidak melakukan posisi tengkurap untuk melegakan pernapasan. "Sahabatku bahas posisi tengkurap agar pertukaran udara lebih baik untuk pasien Covid-19," tulisnya. Ia menyarankan agar pasien Covid-19 atau orang yang mengalami gejala corona untuk melakukan posisi ini. "Saya usulkan 1 posisi untuk pertukaran udara yang mungkin lebih baik lagi. Posisi sujud yang benar. Punggung lurus, tangan dilebarkan ke samping. Sila dikaji, dicoba, dianalisis idenya," tambahnya. https://youtu.be/_DvV0nuBdpU Sebuah penelitian yang ditulis oleh ahli fisioterapis dari Al Ain Hospital, Ghazal Kamran menyebutkan bahwa sujud dapat melegakan sistem pernapasan. Ghazal menyatakan bahwa sujud merupakan satu-satunya posisi dimana kepala berada pada posisi yang lebih rendah dari jantung dan oleh karena itu, menerima peningkatan suplai darah ke otak, merangsang korteks frontal otak. Hal ini mengurangi kemungkinan terjadinya pendarahan otak dan sakit kepala, membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Lonjakan suplai darah ini juga memiliki efek positif pada memori, konsentrasi, jiwa dan kemampuan kognitif lainnya. Sebuah penelitian yang menyelidiki aktivitas otak alfa selama sujud telah melaporkan peningkatan amplitudo di daerah parietal dan oksipital yang menunjukkan peningkatan parasimpatis, sehingga menunjukkan keadaan relaksasi. Dalam keadaan rileks inilah, oksigen dapat masuk ke dalam tubuh dengan baik. Gerakan sujud yang benar juga dapat meredakan kekakuan di tulang belakang, leher, dan punggung dan membantu memperbaiki postur tubuh serta keseimbangan dan koordinasi. Terlepas dari beragam manfaat sujud bagi kesehatan, belum ada dokter yang mengklaim jika posisi tersebut dapat meredakan gejala Covid-19. (*/grid.id/red)




























