Awas! Ini Bahaya Ucapan yang Syirik

Lisan yang Syirik (Menyekutukan Allah)Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du Di antara malapetaka lisan yang paling dahsyat, yang dapat membinasakan di dunia dan akhirat adalah mengucapkan perkataan syirik. Hati-hatilah, terkadang kalimat syirik keluar dari lisan kita sementara kita tidak sadar. Di antara bahaya syirik di dunia adalah: 1• Allah tidak akan mengampuni yang mati di atas kesyirikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." [QS. An-Nisaa: 116] 2• Amalan mereka dihapus dan sia-sia. Allah Subhanahu wa Ta'ala_ berfirman: وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." [QS. Az-Zumar: 65] Adapun ancaman di akhirat bagi pelaku kesyirikan, yaitu haramnya Surga bagi mereka (pelaku kesyirikan). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." [QS. Al-Ma'idah: 72] Di antara lisan yang syirik. 1. Berdoa kepada selain Allah dan menyebut nama selainNya, baik Nabi, Malaikat atau orang-orang saleh. 2. Meminta perlindungan dan pertolongan kepada jin, seperti yang dilakukan para dukun dan tukang sihir. 3. Bersumpah dengan selain nama Allah.l Seperti: Demi Nabi, Demi Malaikat, Demi Wali, dan lain-lain. 4. Mengucapkan anggapan sial terhadap waktu atau tempat atau lainnya (tathayyur), seperti ucapan akan sialnya bulan Safar, sialnya suara burung di malam hari, dan lain-lain. 5. Mencela waktu atau masa tertentu, seperti mengatakan ini bulan sial, atau hari sial, dan lain-lain. 6. Mengatakan: ماشاءالله وشئت (Ini kehendakmu dan kehendak Allah). Harusnya: ماشاءالله ثم شئت (Ini kehendak Allah kemudian kehendakmu). 7. Menyandarkan nikmat kepada selain Allah, seperti perkataan: Kalau tidak ada dokter/obat aku mati tadi malam, kalau tidak ada satpam pasti maling masuk, dan lain-lain. 8. Memuji Nabi atau orang saleh dengan ghuluw (melampaui batas), seperti shalawat badar, nariah, dan lain-lain. 9. Menamai atau menggelari atau menyifati seseorang dengan kekhususan nama, gelar dan sifat kekhususan Allah, sehingga dia di panggil dengan itu, seperti gelar Raja di Raja, Alhakam (Penentu hukum), dan lain-lain. Saudaraku, setelah kita tahu maka hati-hatilah dan jagalah lisan dari mengucapkan kesyirikan. Semoga bermanfaat. والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم Penulis: Ustadz Abu Ismail Fachrudin Nu'man, Lc hafidzahullah (Red)




























