Kerja Sama Penemuan Vaksin Covid-19 Perlu Didukung Semua Pihak

Jakarta, Obsessionnews.com - Sinergi pemerintah Indonesia dengan produsen vaksin seperti Sinovac di China dan G42 di Uni Emirat Arab dinilai sudah tepat. Pasalnya ketika vaksin covid-19 benar - benar lolos uji klinis dan terbukti bisa berhasil maka harapan untuk dapat kembali ke kehidupan normal semakin besar. Saat ini kerjasama dengan produsen vaksin tersebut sudah memasuki uji klinis tahap III.
Dr Iqbal Mochtar, doktor bidang kedokteran dan kesehatan, mengatakan bahwa semua pihak harus mendukung sinergi pemerintah dengan para produsen tersebut. Sebab hanya dengan vaksin wabah covid-19 bisa diakhiri. Protokol kesehatan seperti, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, hanya upaya sementara untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.
"Langkah Indonesia ini cepat dan tepat karena mengisyaratkan atmosfer positif penatalaksanaan pandemi. Tinggal kita perlu mengkomunikasikan ke masyarakat secara lebih detail. Bahwa kita sudah di tahap, istilahnya, pre order, dan akan dilakukan dengan bertahap, menjalani review, dan setelah di modifikasi usai uji klinis tahap III selesai, maka vaksin baru akan diberikan ke masyarakat," ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).
Seperti kita ketahui, Indonesia sudah menandatangani kesepakatan dengan Sinovac, China dan G42 Uni Emirat Arab untuk memproduksi segera mungkin vaksin Covid-19 di Bio Farma. Pada November-Desember mendatang, total sekitar 40 juta bahan baku vaksin Covid-19 dari kedua lembaga farmasi internasional akan tiba di tanah air untuk siap diproduksi Bio Farma yang memiliki kapasitas produksi 250 juta dosis vaksin ini.
"Mengapa langkah Indonesia tepat, karena ada beberapa skenario yang sudah diantisipasi sejak dini. Mulai dari jumlah vaksin yang akan diproduksi, hingga lembaga farmasi internasional dari negara-negara lain yang dijajaki bekerjasama. Sebagai ilustrasi, Inggris saja memesan 350 juta vaksin dari banyak laboratorium. Ketika ditanya alasannya, mereka juga mempersiapkan beberapa skenario," tambah jebolan Adelaide University and Imperial College of Medicine, London ini.
Oleh karena itu, ia menerangkan agar langkah pemerintah dan juga Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang perlu diapresiasi ini berjalan maksimal, perlu keterlibatan yang lebih intensif Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalan bahan baku vaksin Covid-19.
"Vaksin itu ada kandungannya. Kandungan inti adalah antigen, yakni bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Antigen juga harus dilengkapi zat-zat aditif, seperti adjuvants, preservatives dan stabilizer dengan fungsi masing-masing. Jadi, jangan ada perspektif haram duluan karena ini vaksin dari luar negeri. Itu kurang tepat. Keterlibatan MUI sejak awal harus diprioritaskan sehingga benar-benar paham," pungkasnya. (Has)




























