Wujudkan Green Energy di Indonesia, Pertamina Lakukan Uji Coba Green Avtur

Jakarta, Obsessionnews.com - Sejumlah uji coba dilakukan Pertamina dalam melahirkan produk-produk green energy telah sukses dilaksanakan. Semisal ujicoba produksi Green Diesel D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai. D100 diproses dari 100% RBDPO dengan bantuan katalis yang dibuat oleh Research & Technology Center Pertamina dan ITB. Dalam uji coba performa melalui road test 200 km, D100 ini dijadikan bahan bakar yang dicampur dengan Solar serta FAME dan terbukti menghasilkan bahan bakar diesel yang lebih berkualitas dengan angka cetane number yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan dengan angka emisi gas buang yang lebih rendah, serta lebih hemat penggunaan bahan bakarnya. Kini Pertamina menyiapkan Kilang Cilacap untuk bisa melakukan uji coba memproduksi Green Avtur pada akhir 2020. Uji coba dilakukan dengan Co-Processing injeksi 3% minyak kelapa sawit yang mampu menghilangkan getah, impurities dan bau. Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, uji coba green avtur ini merupakan bagian dari roadmap pengembangan biorefinery Pertamina dalam rangka mewujudkan green energy di Indonesia. Dia mengungkapkan, selain Kilang Dumai yang sudah berhasil mengolah 100% minyak sawit menjadi Green Diesel D100, Pertamina juga akan membangun dua Standalone Biorefinery lainnya yaitu di Cilacap dan Plaju. “Standalone Biorefinery di Cilacap nantinya dapat memproduksi green energy berkapasitas 6.000 barel per hari, sedangkan Standalone Biorefinery di Plaju dengan kapasitas 20.000 barel per hari,” ujar Nicke dikutip dari Majalah Men’s Obsession, Senin (24/8/2020). Kedua standalone Biorefinery ini mampu memproduksi Green Diesel maupun Green Avtur berbahan baku 100% minyak nabati. Selain Green Diesel dan Green Avtur yang diujicoba, Pertamina juga telah melakukan ujicoba Green Gasoline. Satu hal yang membanggakan, green gasoline Pertamina adalah yang pertama di dunia dan berhasil diujicobakan di fasilitas Kilang Plaju dan Cilacap sejak 2019 dan 2020, di mana Pertamina mampu mengolah bahan baku minyak sawit hingga sebesar 20% injeksi. Lebih lanjut Nicke menegaskan, perusahaan energy milik negara yang dipimpinnya itu akan terus melangkah sejalan dengan trend penyediaan energi dunia dengan mengupayakan hadirnya green energy. “Upaya menghadirkan green energy ini juga membawa keberuntungan lain bagi perekonomian nasional karena akan memanfaatkan minyak sawit yang melimpah di dalam negeri sebagai bahan baku utama sehingga produk Green Energi memiliki TKDN yang sangat tinggi,” tutuynya. Nicke menjelaskan, inovasi Pertamina ini juga positif karena dapat mengurangi deficit transaksi negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itulah, Nicke memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dan seluruh pihak terkait atas dukungan penuhnya kepada Pertamina. “Satu hal penting, Pertamina telah membuktikan bahwa dari sisi teknis produksi Pertamina sudah siap dan selanjutnya adalah memikirkan agar sisi keekonomiannya juga dapat tercapai,” pungkasnya. (SR/Men’s Obsession/Poy)





























