Tak Ada Pahala Bagi yang Bermuka Masam

Tak Ada Pahala Bagi yang Bermuka Masam
Jangan bermuka masam. Senyumlah, karena dalam Islam, senyum merupakan bentuk ibadah yang berpahala. Sehingga sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda, "Tersenyumlah ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah,". (HR.Imam Turmudzi, Ibn Hibban dan Al Baihaqi). Senyum adalah sedekah Apabila kita tersenyum di hadapan saudara kita, kita sudah melakukan sedekah paling ringan yang diperhitungkan oleh Allah swt untuk menambah pahala kita. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: «تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ» "Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, HR. Tirmidzi no 1956). Senyum adalah kebajikan Rasulullah pernah bersabda, diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim, yang berbunyi: «لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ» "Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (HR. Muslim no 2626). Rasulullah selalu tersenyum bila berjumpa dengan para sahabat. Jadi apabila kita tersenyum jika berjumpa teman, kita sedang menjalankan salah satu Sunnah Rasul. Sebagaimana Jarir bin Abdillah menceritakan: مَا رَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسلَمْتُ إِلَّا تَبَّسَم فِي وَجْهِي "Rasulullah tidak pernah melihatmu sejak aku masuk Islam, kecuali beliau tersenyum”. (Sahih, HR. Bukhari no. 250). Senyum menjadi sarana berbuat baik kepada sesama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (HR. al-Hakim (1/212). Jadi bisa disimpulkan, bahwa dengan senyum, kita bisa menghadirkan kebaikan-kebaikan tersendiri dalam hidup kita. Dengan kata lain, _orang Islam pantang bermuka masam. (Red)