Ustaz Rahim Mayau Sulap Pos Ronda Jadi Tempat Berdakwah

Makassar, Obsessionnews.com – Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ustaz Rahim Mayau dikenal kreatif. Di tengah keterbatasan lahan dakwah Rahim menyulap pos ronda menjadi tempat berdakwah. Baca juga:Muktamar Ditunda, Parmusi Akan Segera Adakan Mukernas VIMau ke Mana Muktamar IV Parmusi?Parmusi Kutuk Keras Pembantaian Muslim di India Tepatnya pos ronda yang berada di Lorong Raudhah Kompleks Mangga Tiga Permai Daya Kelurahan Paccerakkang, Makassar, sejak 11 Juni 2020, menjadi Pos Ronda Mengaji dan Perpustakaan Lorong Raudhah Indonesia. “Awalnya pos ronda ini hanya jadi tempat nongkrong, hampir tidak pernah berfungsi sebagai pos jaga. Saya tergerak untuk memfungsikannya sebagai tempat anak-anak dan ibu-ibu belajar mengaji,” kata Rahim seperti dikutip obsessionnews.com dari muslimobsession.com.
Bahkan tak cuma menjadi tempat mengaji, pos ronda tersebut juga multifungsi karena digunakan juga sebagai perpustakaan dan tempat konsolidasi warga. Ustaz Rahim pantas berterima kasih kepada warga sekitar dan beberapa lembaga yang telah membantunya, seperti Lembaga Zakat Nasional Baitul Mal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sulawesi Selatan dan Gerakan Sayang Buku Ibu Suka Membaca. Sekretaris PW Parmusi Sulsel ini menegaskan, bahwa Pos Ronda Mengaji dan Perpustakaan Lorong merupakan implementasi syiar dan ikhtiar untuk menguatkan kecintaaan pada Al-Quran, minat baca, dan belajar Islam. “Pos ini adalah bentuk implementasi dari pelatihan Dai Parmusi Sulawesi Selatan yang mengusung tema ‘Berikrar dan Beriqra’,” jelas pemrakarsa berdirinya Pesantren Lorong Raudhah Indonesia ini. Ustadz Rahim mengaku kiprahnya berdakwah lebih giat termotivasi ucapan Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat kegiatan Daurah Dai Virtual pada 21 Ramadhan yang lalu. Saat itu Usamah mengingatkan bahwa dakwah Illallah pasti mendatangkan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala karena siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkannya. “Di antara bentuk pertolongan Allah itu adalah partisipasi berbagai pihak mendukung dakwah yang kita jalankan,” tegas Usamah, seperti ditirukan Ustadz Rahim. (Muslim Obsession/red/arh)
Bahkan tak cuma menjadi tempat mengaji, pos ronda tersebut juga multifungsi karena digunakan juga sebagai perpustakaan dan tempat konsolidasi warga. Ustaz Rahim pantas berterima kasih kepada warga sekitar dan beberapa lembaga yang telah membantunya, seperti Lembaga Zakat Nasional Baitul Mal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sulawesi Selatan dan Gerakan Sayang Buku Ibu Suka Membaca. Sekretaris PW Parmusi Sulsel ini menegaskan, bahwa Pos Ronda Mengaji dan Perpustakaan Lorong merupakan implementasi syiar dan ikhtiar untuk menguatkan kecintaaan pada Al-Quran, minat baca, dan belajar Islam. “Pos ini adalah bentuk implementasi dari pelatihan Dai Parmusi Sulawesi Selatan yang mengusung tema ‘Berikrar dan Beriqra’,” jelas pemrakarsa berdirinya Pesantren Lorong Raudhah Indonesia ini. Ustadz Rahim mengaku kiprahnya berdakwah lebih giat termotivasi ucapan Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat kegiatan Daurah Dai Virtual pada 21 Ramadhan yang lalu. Saat itu Usamah mengingatkan bahwa dakwah Illallah pasti mendatangkan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala karena siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkannya. “Di antara bentuk pertolongan Allah itu adalah partisipasi berbagai pihak mendukung dakwah yang kita jalankan,” tegas Usamah, seperti ditirukan Ustadz Rahim. (Muslim Obsession/red/arh)




























